Pemprov Kalsel Pulihkan Hutan Mangrove di Tanah Laut untuk Lindungi Sumber Daya Kelautan.

Jumat, 31 Jul 2026, 00:55 WIB

 Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) merehabilitasi kawasan mangrove di Desa Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut, untuk memulihkan ekosistem pesisir guna menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.

Kepala Dislautkan Kalsel Rusdi Hartono, di Banjarmasin, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program Rehabilitasi Wilayah Perairan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tahun Anggaran 2026 dengan menerapkan metode tanam mangrove rumpun berjarak sebagai langkah strategis mempercepat pemulihan kawasan pesisir.

Ket. Foto: Jajaran Dislautkan Kalsel dan para pemangku kepentingan menanam mangrove secara simbolis pada program Rehabilitasi Wilayah Perairan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tahun Anggaran 2026, di Desa Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. — Sumber: Antara Foto

“Rehabilitasi mangrove merupakan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa pembangunan harus berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan, salah satunya melalui rehabilitasi mangrove yang tidak hanya menanam pohon, tetapi juga membangun perlindungan alami bagi wilayah pesisir, menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir di masa mendatang.

“Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kawasan pesisir, karena berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari ancaman abrasi, gelombang, serta dampak perubahan iklim yang dapat mengganggu keberlangsungan wilayah pesisir,” katanya lagi.

Rusdi menjelaskan metode tanam mangrove rumpun berjarak dipilih, karena dinilai lebih sesuai dengan karakteristik kawasan pesisir tertentu sehingga dapat meningkatkan peluang keberhasilan pertumbuhan tanaman dan mengembalikan fungsi ekologis mangrove secara optimal.

“Rehabilitasi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kawasan mangrove, sehingga fungsi ekologis kembali optimal, terutama sebagai habitat ikan, udang, kepiting, hingga berbagai biota lainnya yang mendukung produktivitas sektor perikanan tangkap maupun budidaya,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan rehabilitasi mangrove di Pagatan Besar, juga menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 yang menjadi momentum meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Dia menegaskan keberhasilan pelestarian mangrove tidak dapat dilakukan pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas lingkungan agar manfaat ekologis serta ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Hari ini kita menanam, esok mangrove akan menjaga. Menjaga pesisir yang lebih kuat, ekosistem yang lebih lestari, serta masa depan generasi mendatang,” ujarnya.

Melalui rehabilitasi mangrove, Dislautkan Kalsel memperkuat upaya pemulihan ekosistem pesisir Pagatan Besar agar mampu menjalankan fungsi perlindungan pantai, menjaga habitat biota laut, serta mendukung keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan di Kalimantan Selatan.

  • Rehabilitasi Mangrove

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.