- Home
-
- Luar Negeri
-
- Elon Kembali Danai Partai ...
Elon Kembali Danai Partai Republik AS
Jumat, 31 Jul 2026, 01:00 WIBMoskow â Miliarder asal Amerika Serikat (AS) Elon Musk kembali mengaktifkan dana politiknya, America Political Action Committee (PAC), untuk memberikan dukungan finansial berskala besar kepada Partai Republik menjelang pemilihan umum (pemilu) paruh waktu AS pada November mendatang.
Dikutip dari Antara pada Kamis (30/7), America PAC akan memfokuskan aktivitasnya pada kampanye dari pintu ke pintu, iklan digital, serta pengiriman surat langsung guna meningkatkan partisipasi pemilih konservatif yang selama ini cenderung tidak ikut dalam pemilu sela.
Musk, yang merupakan orang terkaya di dunia versi Forbes, disebut telah membahas dukungan tersebut dengan tim Presiden AS Donald Trump dan mempercayakan pengelolaan program itu kepada penasihat Trump, Chris Young.
Pemilu sela November mendatang dinilai krusial bagi Partai Republik. Sejumlah analis memperkirakan partai tersebut berisiko kehilangan mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dan memberi peluang bagi Partai Demokrat untuk mengambil alih kendali Kongres.
Para pengamat mengaitkan potensi melemahnya dukungan terhadap Partai Republik dengan menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Trump, terutama setelah meningkatnya ketegangan militer dengan Iran dan kenaikan harga-harga di dalam negeri.
Menembus 1 Triliun
Sebelumnya, Elon Musk juga kembali menjadi sorotan setelah mencatat sejarah sebagai orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan pribadi menembus 1 triliun dollar AS.
Profesor Keuangan Universitas Florida, Jay Ritter, menilai dunia kemungkinan masih harus menunggu lama sebelum muncul triliuner berikutnya.
"Kita mungkin harus menunggu sangat lama sebelum ada orang lain yang menjadi triliuner," kata Ritter.
Menurut Ritter, hingga kini belum ada individu lain yang memiliki kekayaan mendekati angka tersebut. Sebagian besar orang terkaya dunia masih berasal dari kalangan pendiri perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.
Ia mencontohkan pendiri Microsoft Bill Gates, yang tidak lagi berada di jajaran tujuh orang terkaya dunia karena telah menyumbangkan sebagian besar kekayaannya. Ritter juga mengingatkan bahwa daftar kekayaan miliarder hanya menghitung nilai pasar kepemilikan saham dan belum memperhitungkan kewajiban pajak apabila aset tersebut dijual.
Musk resmi menjadi triliuner pertama setelah SpaceX dan perusahaan kecerdasan buatannya melantai di bursa pada 12 Juni.
Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Musk meningkat sekitar 391 miliar dollar AS sepanjang tahun ini menjadi 1,01 triliun dollar AS.
Di bawah Musk, pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin masing-masing memiliki kekayaan sekitar 301 miliar dollar AS dan 280 miliar dollar AS. Pendiri Amazon Jeff Bezos berada di posisi keempat dengan 262 miliar dollar AS, diikuti pendiri Dell Technologies Michael Dell dengan 217 miliar dollar AS. Sementara itu, salah satu pendiri Oracle, Larry Ellison, menempati posisi keenam dengan kekayaan sekitar 202 miliar dollar AS.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.