Formula 1 Bersiap Tutup Musim di Eropa

Jumat, 31 Jul 2026, 00:46 WIB

LONDON - Formula 1 menyiapkan rencana cadangan jika seri penutup musim di Timur Tengah tidak dapat digelar. CEO Formula 1 Stefano Domenicali menegaskan keputusan mengenai nasib Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi akan diambil paling lambat pertengahan September. Jika situasi keamanan kawasan tidak memungkinkan, maka kejuaraan dunia akan mengakhiri musim balap di Eropa.

CEO Formula 1 Stefano Domenicali, Kamis (30/7), mengatakan pihaknya akan menunggu perkembangan situasi hingga batas waktu pertengahan September sebelum mengambil keputusan final mengenai kemungkinan perubahan kalender.

Ket. Foto: CEO Formula 1, Stefano Domenicali. — Sumber: Formula 1

"Kami akan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk melihat bagaimana situasi berkembang dan mengambil keputusan pada waktu yang tepat," ujar Domenicali.

Menurutnya, hingga saat ini Grand Prix Qatar pada tanggal 29 November dan Grand Prix Abu Dhabi pada 6 Desember masih berstatus terkonfirmasi. Bahkan, tiket kedua balapan tersebut telah habis terjual.

"Untuk saat ini balapan di Qatar dan Abu Dhabi tetap sesuai jadwal. Namun, jika itu tidak memungkinkan, maka musim akan berakhir di Eropa karena kami tidak memiliki opsi menuju kawasan lain," jelasnya.

Formula 1 sebelumnya telah mengubah kalender akibat konflik Iran yang menyebabkan seri Arab Saudi dan Bahrain pada April dibatalkan. Sebagai pengganti, Sirkuit Sepang di Malaysia akan menggelar GP Bahrain pada tanggal 4 Oktober dengan sebagian besar biaya ditanggung pemerintah Bahrain.

Langkah serupa juga dilakukan Kejuaraan Dunia Balap Ketahanan (WEC) yang memindahkan dua putaran terakhir di Qatar dan Bahrain ke Sirkuit Catalunya, Barcelona, serta Monza, Italia.

Domenicali mengakui Sirkuit Imola di Italia menjadi salah satu kandidat kuat sebagai pengganti apabila diperlukan. Lintasan yang sempat dicoret dari kalender musim ini dinilai siap menjadi tuan rumah, meski kondisi cuaca menjelang akhir tahun menjadi perhatian.

Meski demikian, Domenicali menilai suhu dingin bukan persoalan besar. Dia mencontohkan balapan malam di Las Vegas pada bulan November yang justru berlangsung dalam temperatur lebih rendah dibanding sejumlah wilayah Eropa.

Formula 1 juga sempat mempertimbangkan menggelar dua balapan di Las Vegas sebagai penutup musim. Namun, rencana itu dibatalkan agar tidak mengurangi nilai eksklusivitas seri tersebut sekaligus menghindari benturan dengan jadwal kompetisi NFL.

Sementara itu, kalender musim 2027 masih dalam tahap penyusunan. Sebelum konflik kawasan pecah, Bahrain diproyeksikan kembali menjadi seri pembuka musim menggantikan Australia pada bulan Maret. Domenicali memastikan jadwal baru akan diumumkan pada akhir tahun.

"Kami memiliki berbagai rencana cadangan jika situasi di Timur Tengah belum membaik. Namun keputusan itu baru akan diambil menjelang akhir tahun karena masih ada cukup waktu," ujarnya.

Dia menegaskan target penyelenggaraan tetap 24 seri pada musim depan. Selain itu, Portugal dan Turki dipastikan kembali masuk kalender, sementara negosiasi dengan sejumlah negara di Afrika terus menunjukkan perkembangan positif. Minat menjadi tuan rumah juga datang dari Asia dan Amerika Selatan.

"Kami menerima lebih banyak permintaan dari Tiongkok dan Jepang. Namun, untuk saat ini kami tetap mempertahankan satu balapan di Tiongkok karena ingin memperkuat pasar terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan penambahan seri," tandas Domenicali.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.