Bahas Konflik Iran, Trump Kembali Bertemu Menhan Arab Saudi

Jumat, 31 Jul 2026, 01:05 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman, Rabu (29/7) untuk membahas konflik militer dengan Iran.

Menurut laporan Axios, Pemerintahan Trump menjamu para pejabat senior bidang pertahanan dan intelijen dari Israel serta Arab Saudi di Washington pada pekan ini untuk berkonsultasi mengenai Iran. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah pertimbangan Gedung Putih untuk melancarkan serangan militer.

Ket. Foto: Presiden AS, Donald Trump dan Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman. — Sumber: Getty Imag es via AFP

“Presiden Trump bertemu dengan Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman,” kata seorang pejabat Amerika Serikat.

“Menteri Pertahanan Arab Saudi menyampaikan pesan dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) kepada Trump mengenai perang dengan Iran dan eskalasi ketegangan di kawasan,” tulis jurnalis Axios Barak Ravid di platform X seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Ravid melaporkan bahwa Pangeran Khalid dan Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance membahas eskalasi ketegangan di Timur Tengah setelah serangan terbaru yang dilancarkan pasukan gabungan AS dan Arab Saudi ke Irak.

Sebelumnya, pada Selasa (28/7), Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa AS dan Arab Saudi telah melancarkan serangan presisi di Irak yang menargetkan tiga orang yang diduga sebagai “teroris” yang terkait dengan Iran.

Kerusakan Parah

Sementara itu, Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF) Irak mengatakan setidaknya 20 tentara tewas dan 32 lainnya terluka akibat serangan udara gabungan yang dilakukan Amerika Serikat - Arab Saudi selama satu malam dengan menargetkan markas kelompok tersebut di sejumlah provinsi di Irak.

Dalam pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Irak (INA), PMF pada Rabu mengatakan serangan tersebut menghantam fasilitas mereka di Provinsi Baghdad, Wasit, Nineveh, Basra, Kirkuk, Karbala, dan Diyala, serta menyebabkan kerusakan parah pada markas, kendaraan militer, dan peralatan mereka.

PMF mengatakan komite khusus terus melakukan penilaian di lapangan untuk mengetahui secara menyeluruh tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Pasukan menyampaikan pernyataan tersebut setelah Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengatakan pasukan AS dan Arab Saudi melancarkan serangan presisi bersama terhadap target kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Irak.

CENTCOM mengatakan operasi tersebut menargetkan sejumlah lokasi yang terkait dengan serangan terhadap pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi.

Sementara itu Arab Saudi mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri setelah terjadi serangan dari wilayah Irak terhadap fasilitas minyak di kerajaan tersebut, dengan mengacu pada Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.