• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Haji atau Umrah, Mana yang...

Haji atau Umrah, Mana yang Lebih Utama? Ini Penjelasannya!

Jumat, 02 Mei 2025, 09:30 WIB

Banyak umat Muslim bertanya-tanya, sebaiknya haji atau umrah dulu yang dikerjakan? Kedua hal tersebut tentunya ibadah mulia, namun memiliki perbedaan dari sisi hukum dan waktu pelaksanaan. Ingin tahu?

Haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilakukan sekali seumur hidup (bagi yang mampu), sedangkan umrah sifatnya sunnah namun tetap dianjurkan.

Ket. Foto: Haji atau umrah, mana yang lebih utama? — Sumber: Freepik

Jadi, mana yang lebih utama?

Waktu Haji Terbatas, Umrah Fleksibel
Menurut Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), jika seseorang sudah memenuhi syarat untuk berhaji, maka mendahulukan haji lebih utama. Sebab haji hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu di bulan Dzulhijjah.

Sebaliknya, umrah bisa dilakukan sepanjang tahun, sehingga fleksibel untuk dijadikan ibadah pendahuluan. Bahkan, beberapa ulama dan sahabat Nabi membenarkan pelaksanaan umrah sebelum haji.

Ibnu Umar RA pernah berkata saat ditanya soal ini: “Tidak masalah, Nabi SAW juga pernah melaksanakan umrah sebelum haji.” (HR Bukhari)

Umrah Dulu untuk Lansia, Haji Jika Sudah Siap
Dalam kondisi antrean haji di Indonesia yang bisa mencapai puluhan tahun, umrah menjadi solusi spiritual lebih cepat terutama untuk lansia yang khawatir kesehatannya menurun seiring waktu.

Buku Antar Aku ke Tanah Suci menyebut bahwa prioritas antara haji dan umrah bisa disesuaikan dengan kondisi fisik dan keuangan tiap individu.

Bahkan, berumrah di bulan Ramadan memiliki pahala yang disebut setara dengan haji menurut kesepakatan ulama. Tapi tetap, umrah tidak menggugurkan kewajiban haji jika sudah mampu.

Hukum Umrah dan Haji dalam Pandangan Ulama
Umrah
Menurut mayoritas ulama seperti dari mazhab Malikiyah dan sebagian Hanafiyah, hukum umrah adalah sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Namun, mazhab Syafi’i dan Hanbali menyebutnya sebagai ibadah wajib.

Haji:
Haji memiliki status hukum yang lebih tegas, yakni wajib bagi Muslim yang mampu.

Prioritaskan Sesuai Kemampuan
Jika sudah mampu secara finansial dan fisik untuk haji, maka dahulukan haji. Tapi, jika belum memungkinkan berhaji, umrah bisa jadi pengantar spiritual dan latihan ibadah.

Keduanya adalah bentuk penghambaan yang luar biasa, dan dapat disesuaikan dengan situasi masing-masing.

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.