Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PPIH Surabaya: Satu Calon Haji Asal Tulungagung Dalam Kondisi Hamil

📅 Kamis, 01 Mei 2025, 18:04 WIB | Oleh:
PPIH Surabaya: Satu Calon Haji Asal Tulungagung Dalam Kondisi Hamil Doc: ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin
Ket. Petugas mengantarkan jamaah calon haji berisiko tinggi ke kamarnya masing-masing di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis (1/5).

SURABAYA - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya melaporkan seorang calon haji asal Tulungagung, Jawa Timur dari kloter dua diketahui dalam kondisi hamil dengan usia kandungan 17 minggu.

"Ibu hamil boleh berangkat haji asalkan usia kandungan 14 hingga 26 minggu, dan ini sudah masuk kriteria, karena berusia 17 minggu," kata Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Akhmad Sruji Bahtiar di Asrama Haji Surabaya, Rabu (30/4).

Ibu hamil tersebut bernama Ririn Fauziah, juga sudah mendapat surat rekomendasi dari tim Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya untuk bisa berangkat menunaikan ibadah haji.

Selain itu, saat pemeriksaan kesehatan, kata dia, ada tiga orang yang mengalami hipertensi atau darah tinggi dan satu orang tingkat kadar hemoglobin dalam darah rendah.

Namun, keempat calon haji dari kloter pertama tersebut sudah diperbolehkan kembali ke kamar masing-masing, karena sudah diberi penanganan di Poliklinik Asrama Haji Embarkasi-Debarkasi Surabaya.

Ia menjelaskan jika dari jamaah calon haji tidak direkomendasikan untuk berangkat, akan diikutkan ke kloter berikutnya hingga surat rekomendasi dari BBKK Surabaya keluar.

Lebih lanjut, ia menyebut, jumlah calon haji berisiko tinggi (risti) kloter pertama sebanyak 207 orang dan kloter kedua sebanyak 209 orang, sedangkan kloter ketiga masih proses pemeriksaan.

"Kalau risti itu kan tidak berbicara hanya jamaah lansia, tapi bisa juga usia muda, namun memiliki riwayat kesehatan kurang baik," ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya secara terus menerus mengingatkan agar jamaah calon haji menjaga kondisi, baik dari segi kesehatan maupun mental selama berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Ia menilai kunjungan dari teman, kerabat maupun keluarga juga bisa menjadi penyebab jamaah calon haji kelelahan, karena waktu tidur yang kurang saat berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

"Perjalanan dari kediamannya ke titik kumpul di kota masing-masing itu sudah cukup lelah, kemudian saat masuk di asrama haji nanti banyak kunjungan, jadinya waktu istirahat kurang dan bisa menyebabkan kondisi fisik menurun," ujarnya.

Sedangkan untuk rangkaian persiapan hingga pemberangkatan, lanjutnya, jadwal sangat padat. Jamaah calon haji pada pukul 00.40 WIB, bersiap keluar dari kamar dan berkumpul.

Pada pukul 02.40 WIB, jamaah harus sudah keluar dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya, untuk kloter pertama. Sementara untuk kloter kedua, dijadwalkan keluar kamar pada pukul 02.40 WIB dan harus meninggalkan asrama haji pukul 04.40 WIB.

Kemudian, untuk jamaah calon haji kloter ketiga, harus keluar kamar pada pukul 04.40 WIB dan meninggalkan asrama haji pukul 06.40 WIB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.