Raih Pendapatan US$101,51 di Kuartal I-2025, PGE Dorong Hadirnya Ekosistem Energi Berkelanjutan
Senin, 28 Apr 2025, 18:54 WIBJAKARTA â PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO),bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) Pertamina yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi menunjukkan performa positif dengan mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang kuartal I-2025.Â
Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Maret 2025, PGE membukukan pendapatan sebesar 101,51 juta dollar AS sepanjang kuartal I-2025. Di tengah dinamika industri energi dan kontraksi ekonomi secara global, PGE menegaskan komitmennya untuk mendorong hadirnya ekosistem energi berkelanjutan dengan memastikan berjalannya percepatan transisi energi serta tercapai kedaulatan energi nasional melalui pemanfaatan energi panas bumi.Â
Di sisi lain, ketegangan geopolitik global memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, menciptakan ketidakpastian dalam investasi dan pengembangan energi bersih. Fluktuasi ekonomi dan volatilitas nilai tukar juga turut berdampak pada investasi, pendanaan, dan percepatan proyek energi terbarukan, termasuk panas bumi.
Kendati demikian, fundamental keuangan PGE tetap kokoh untuk menopang rencana pertumbuhan jangka panjang. Mengacu pada laporan keuangan interim per 31 Maret 2025, PGE membukukan Total Aset 3,03 miliar dollar AS, naik 0,93 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Ekuitas 2,04 miliar dollar AS, meningkat 1,56 persen, Kas dan Setara Kas 703,86 juta dollar AS tumbuh 7,43 persen, serta Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 77,47 juta dollar AS, naik 12,04 persen secara YoY.
Penguatan fundamental di tengah tantangan
Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Yurizki Rio mengatakan, kinerja kas operasional yang kuat membuktikan efektivitas strategi bisnis berkelanjutan yang dijalankan manajemen. Hasil yang diraih sejauh ini juga menunjukkan bahwa kinerja perusahaan masih tetap berada di jalur bisnis yang kuat dalam mendukung terwujudnya transisi energi nasional, sekaligus juga upaya mengejar target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) yang dikelola secara mandiri dalam 2-3 tahun mendatang.
âKami berkomitmen mempercepat pengembangan panas bumi dengan mengoptimalkan efisiensi operasional. Oleh karena itu, kami menerapkan strategi belanja yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Kinerja solid PGE selama beberapa tahun terakhir menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan. Hal tersebut menjadi bekal kami untuk terus berekspansi secara lebih agresif untuk memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ungkap Yurizki Rio.
Beberapa proyek kunci PGE untuk mencapai target tersebut mencakup pengembangan Lumut Balai Unit 2 (55 MW), Hululais Unit 1 & 2 (110 MW), serta sejumlah proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW.
Proyek Lumut Balai Unit 2 ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini. âProyek ini akan memperkuat portofolio energi hijau PGE dan menjadi sinyal optimistis kami untuk mendorong peningkatan operasional dan kinerja keuangan sepanjang tahun 2025,â tambahnya.
Komitmen terhadap energi berkelanjutan
Sebagai world class green energy company, PGE berkomitmen untuk menyediakan energi bersih berbasis panas bumi yang andal, meningkatkan kontribusi energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional, serta berkontribusi pada target Net Zero Emission Indonesia 2060.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi mengungkapkan, melalui pencapaian ini, PGE menegaskan peran sentralnya dalam mempercepat transisi energi hijau di Tanah Air dan mewujudkan masa depan energi berdaulat untuk bangsa.
âKami fokus untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi. Saat ini, kami memprioritaskan investasi strategis guna mencapai target tersebut. Di sisi lain, kami juga terus menjaga profitabilitas yang sehat, kas operasional yang kuat, serta efisiensi dalam pengelolaan biaya,â ujar Julfi Hadi.
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.887 mega watt (MW), terdiri dari 672 MW yang dikelola mandiri dan 1.205 MW bersama mitra. PGE optimis dapat meningkatkan kapasitas terpasang mandiri menjadi 1 giga watt (GW) dalam dua tahun ke depan, dan 1,7 GW pada 2033.
- Energi Baru dan Terbarukan (EBT)
- Pertamina Geothermal Energy (PGE)
- Sustainable Development Goals (SDGs)
- Pembangunan Keberlanjutan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pesan Tegas Wali Kota Palangka Raya untuk ASN Jelang Lebaran
-
Khawatir Bansos Dihapus, Banyak Warga Serang Takut Lapor Kematian Anggota Keluarga
-
PGE Area Kamojang Rampungkan Proyek Pemipaan Sumur Produksi Panas Bumi, Perkuat Pasokan Energi Bersih Nasional
-
Chelsea Melaju ke Final Piala FA Setelah Tundukan Leeds United 1-0
-
Duolingo Gandeng Niki Ubah Lirik Lagu 'Backburner' Jadi Cara Seru Belajar Bahasa Inggris
-
Menteri LH Minta Hotel, Restoran, dan Kafe Kelola Sampah secara Mandiri
-
Hasil Liga Jerman: Eintracht Frankfurt Diimbangi Koln di Kandang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.