Pacu Produksi Padi, Jateng Bergerak Serentak demi Ketahanan Pangan Nasional
📅 Kamis, 24 Apr 2025, 16:08 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: koran jakarta/henri pelupessy
KLATEN – Di tengah bentangan sawah yang menghampar hijau di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi turun langsung bersama para petani.
Ia bukan hanya menanam padi, tetapi menanam harapan bahwa Jawa Tengah tetap menjadi penopang utama lumbung pangan nasional, bahkan di tengah tantangan perubahan iklim.
Kegiatan ini bukan sembarang tanam padi. Pada Rabu (23/4), serentak di 14 provinsi di Indonesia, petani dan pejabat daerah melakukan gerakan tanam padi bersama melalui konferensi virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dari Sumatera Selatan, Presiden memulai gerakan simbolis, sementara Ahmad Luthfi memimpinnya dari jantung pertanian di Jateng. “April ini targetnya 250 ribu hektare, hari ini sudah 156 ribu hektare. Saya optimistis target April akan terpenuhi,” ujar Gubernur Luthfi usai kegiatan.
Target tanam itu bukan semata angka, tapi bagian dari strategi besar nasional dalam menyambut musim kemarau dan mengamankan stok pangan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bukan tanpa alasan Presiden Prabowo memberi perhatian khusus pada gerakan tanam serentak ini. Tahun ini, pemerintah menargetkan produksi padi nasional mencapai 11 juta ton.
Jateng mendapat mandat menjadi salah satu provinsi penggerak utama capaian tersebut. Hingga April 2025, Jateng sudah mencatat produksi sekitar 4,9 juta ton. “Ini adalah kerja kolektif. Saya telah berkoordinasi dengan seluruh bupati dan wali kota untuk memastikan lahan-lahan pertanian yang produktif tetap optimal, sementara lahan yang rawan kekeringan akan mendapat prioritas pengairan,” terang Luthfi.
Langkah ini menjadi sangat penting mengingat musim kemarau diprediksi berdampak signifikan terhadap ketersediaan air. Karena itu, pemetaan wilayah dan kesiapan irigasi menjadi kunci utama mempertahankan produksi di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat peran petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan.
Bagi beliau, keberhasilan negara dalam mengelola pangan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan para petani. “Kalau pangan aman, negara aman. Petani sebagai produsen pangan harus makmur,” tegas Prabowo.
Pesan ini menggema hingga ke pelosok desa, menjadi penyemangat baru bagi petani yang selama ini bekerja dalam senyap namun menyumbang begitu besar untuk negeri.
Bagi Gubernur Luthfi, gerakan tanam serentak ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia melihatnya sebagai momen strategis untuk membangun kedaulatan pangan berbasis kekuatan lokal. Di balik angka-angka target, terdapat semangat gotong royong antarwilayah dan antarsektor.
“Kalau semua bergerak bersama, tidak ada yang mustahil. Jawa Tengah siap menopang pangan nasional,” pungkasnya.
Dengan optimisme yang menular dan kerja keras yang kolektif, sawah-sawah di Klaten hari itu bukan hanya menyerap air dan benih, tapi juga harapan besar bahwa negeri ini bisa berdiri tegak lewat tangan-tangan petani.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!