Ada Ancaman Bom, Kru Jetstar Tidak Terlatih Pandu Penumpang Turun Darurat

Kamis, 24 Apr 2025, 13:07 WIB

TOKYO - Dewan Keselamatan Transportasi Jepang pada hari Kamis (24/4) menemukan fakta bahwa saat terjadi ancaman bom dan penumpang harus turun darurat melalui seluncur, kru pesawat Jetstar Japan Co, dinilai tidak kapabel.

Mereka tidak mampu memberi instruksi meluncur kepada penumpang. Juga tidak disampaikan informasi yang harus dilakukan penumpang setelah sampai tanah.

Ket. Foto: jetstar — Sumber: ist

Pada tanggal 7 Januari 2023, ada sebuah panggilan masuk ke Bandara Narita yang mengatakan sebuah bom telah diletakkan di dalam pesawat tersebut.

Kru Jetstar Japan Co, yang melakukan pendaratan darurat akibat ancaman bom tersebut gagal memberikan instruksi kepada penumpang tentang cara menggunakan seluncuran evakuasi dengan aman.

Lembaga pemerintah yang menjamin keselamatan penerbangan tersebut menyebutkan bahwa perusahaan tidak memberitahu penumpang cara memposisikan diri dengan benar di atas seluncuran saat evakuasi.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa penumpang tidak diberi instruksi tentang cara turun dari seluncuran dan mereka juga tidak diminta untuk membantu penumpang lain setelah mencapai tanah.

Evakuasi terjadi di Bandara Chubu Centrair di Prefektur Aichi, Jepang tengah. Dari 142 penumpang dan kru yang menggunakan seluncuran, 10 orang terjatuh, termasuk seorang pria berusia 60-an tahun yang melompat dan mengalami patah tulang pinggul.

Empat orang lainnya mengalami luka ringan setelah pesawat Airbus A320, yang berangkat dari Bandara Narita dekat Tokyo menuju Fukuoka di Jepang barat daya, menjadi target dengan ancaman bom, menurut badan di bawah kementerian transportasi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.