Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RSUI Peringkat ke-62 RS Pendidikan Terbaik Dunia Versi Brand Finance

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 20:14 WIB | Oleh:
RSUI Peringkat ke-62 RS Pendidikan Terbaik Dunia Versi Brand Finance Doc: ANTARA/HO-Humas UI
Ket. Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

DEPOK - Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) mencetak prestasi gemilang dengan meraih peringkat ke-62 dalam daftar 250 rumah sakit pendidikan terbaik dunia, berdasarkan pemeringkatan yang dirilis oleh Brand Finance tahun 2025.

“Melesatnya peringkat RSUI pada posisi ke-62 dari 250 rumah sakit terbaik dunia menjadi pencapaian yang sangat membanggakan,” kata Rektor UI Heri Hermansyah di Kampus UI Depok, Rabu.

Heri mengatakan ini artinya eksistensi RSUI diperhitungkan pada level global, sehingga masuk radar penilaian bersama rumah sakit pendidikan top dunia, seperti John Hopkins Hospital, Oxford University Hospitals dan Mayo Clinic Health System.

“Besar harapan, RSUI dapat terus bertransformasi dan melahirkan inovasi yang berdampak, sehingga fungsinya sebagai rumah sakit pendidikan dan pelayanan kesehatan dapat terus disempurnakan dan ditingkatkan. Selamat kepada RSUI,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUI Ari Kusuma Januarto mengatakan pencapaian ini mencerminkan dedikasi seluruh tim RSUI dan dukungan dari pimpinan UI dan pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan terbaik dan inovasi berkelanjutan dalam bidang kesehatan.

RSUI akan terus berkomitmen dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan, penelitian, dan inovasi medis. Target pada tahun 2030, RSUI menjadi rumah sakit pendidikan berkelas dunia, sejalan dengan upaya peningkatan mutu layanan dan transformasi rumah sakit.

Brand Finance merupakan ajang internasional dalam menentukan reputasi sebuah rumah sakit yang dinilai dalam beberapa kategori, yaitu kategori perawatan pasien, penelitian medis, pendidikan dan pelatihan serta awareness dan familiarity, yang mencerminkan keseluruhan pelayanan.

Penilaian dilakukan dengan metodologi yang meliputi wawancara dokter, ahli bedah, dan penyedia layanan kesehatan lainnya. Wawancara dilaksanakan di 47 negara di semua benua, dengan melibatkan 50 AMCs dan 2500 tenaga kesehatan profesional.

Sebaiknya Anda baca juga:

The Brand Strength Index (BSI) pada proses pemeringkatan meliputi 3 pilar utama, yakni Investasi (25 persen), Ekuitas (50 persen) dan Kinerja (25 persen), dari hasil semua komponen penilaian, RSUI dinilai unggul dalam penilaian yang meliputi perawatan pasien, penelitian medis, pendidikan, pelatihan, serta awareness dan familiarity.

Oleh karena itu, peringkat RSUI tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan, setelah sebelumnya di posisi ke-153 pada tahun 2023 dan 2024. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

1.5 jam yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.