Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Dua Sekolah Rakyat Akan Dibangun di Kepri

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 18:20 WIB | Oleh:
Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Dua Sekolah Rakyat Akan Dibangun di Kepri Doc: antara foto
Ket. Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kepri, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Riduan Kristian Manik.

NATUNA - Pemerintah Pusat membangun dua unit Sekolah Rakyat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kepri, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Riduan Kristian Manik, mengatakan kedua sekolah ini akan dibangun di Kabupaten Natuna dan Kota Tanjungpinang.

Kedua wilayah telah menyatakan kesiapannya sebagai lokasi pembangunan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan telah disediakannya lahan, yang merupakan salah satu syarat utama pendirian bangunan, dan pernyataan lainnya di dalam proposal. Riduan bersama tim telah melakukan survei di Kota Tanjungpinang dan tengah melakukan survei di Kabupaten Natuna.

“Alurnya adalah survei terlebih dahulu. Survei ini dilakukan berdasarkan usulan dari Kementerian Sosial, sehingga kami turun langsung ke sini (Natuna) untuk memastikan bahwa lahan benar-benar clear and clean,” ujar dia di Natuna, Rabu (23/4).

Kementerian PU bertugas membangun sarana dan prasarana sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Sementara itu, hal-hal lain seperti penerimaan peserta didik, kurikulum, dan kebutuhan operasional lainnya merupakan kewenangan kementerian terkait.

Sekolah Rakyat dibangun khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, untuk unit bangunan disesuaikan dengan kebutuhan, sesuai data yang dimiliki Kementerian Sosial. Sekolah ini berkonsep asrama, di mana seluruh kebutuhan pendidikan siswa ditanggung oleh negara mulai dari biaya pendidikan, makan, minum, pakaian, hingga tempat tinggal.

Ia mengungkapkan di Kepri, sebelumnya direncanakan dibangun tiga unit Sekolah Rakyat. Namun, rencana dibatalkan atas permintaan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad.

Ansar, lanjutnya, mengusulkan agar yang dibangun adalah Sekolah Garuda. Konsep Sekolah Garuda hampir sama dengan Sekolah Rakyat. Perbedaannya terletak pada sasaran peserta didik, di mana Sekolah Garuda diperuntukkan bagi anak-anak berprestasi. “Mereka akan disediakan tempat tinggal, mulai dari jenjang SD hingga SMA,” ucap dia.

Selain bangunan asrama, pemerintah juga akan membangun fasilitas olahraga dan sarana pendukung lainnya guna menunjang proses pendidikan para peserta didik.

Anggaran pembangunan, menurutnya, direncanakan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan estimasi senilai Rp200 miliar. “Bisa lebih, bisa kurang (dari Rp200 miliar), tergantung kebutuhan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Natuna Puryanti, menyatakan lahan seluas 11,4 hektare telah disiapkan di belakang Masjid Agung Natuna.

"Kami sudah menyusun proposal yang memuat kesanggupan untuk memfasilitasi pembangunan, terutama terkait penyediaan lahan. Surat kepemilikan lahan juga telah kami sertakan, yang sah dimiliki oleh Pemda," ujar dia,

Dalam proposal tersebut, Pemkab Natuna juga mengusulkan kebutuhan unit kelas, yaitu 12 ruang untuk jenjang SD, serta masing-masing enam ruang untuk SMP dan SMA.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, lulusan terbaik dari Sekolah Rakyat akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama, bahkan hingga sekolah kedinasan di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
UMKM di Subang Didominasi S...
Luar Negeri
Oposisi Norwegia Tuntut Spa...

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.