- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Ancam Pecat Ketua Th...
Trump Ancam Pecat Ketua The Fed Jerome Powell, Pasar Global Guncang,Harga Emas Meroket
Selasa, 22 Apr 2025, 15:00 WIBPresiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang pasar keuangan global setelah secara terbuka mengancam akan memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Melalui unggahan emosional di platform Truth Social, Trump menyebut Powell sebagai âpecundang besarâ dan mendesaknya untuk segera menurunkan suku bunga, atau jika tidak, perekonomian AS akan melambat.
Pernyataan ini segera memicu kepanikan di kalangan investor. Tiga indeks utama saham AS langsung anjlok lebih dari dua persen, sementara obligasi dan nilai tukar dolar AS ikut merosot. Kecaman Trump terhadap Powell juga memperbesar kekhawatiran atas independensi bank sentral sebuah prinsip yang selama ini dianggap kunci stabilitas ekonomi jangka panjang.
âNegara-negara yang memiliki bank sentral independen tumbuh lebih cepat, memiliki inflasi yang lebih rendah; mereka memiliki hasil ekonomi yang lebih baik bagi rakyatnya,â kata Jed Ellerbroek dari Argent Capital Management. Ia menyebut campur tangan politik terhadap The Fed sebagai langkah yang âmenakutkan bagi pasarâ.
Dampak dari pernyataan Trump turut menggema hingga ke bursa Asia-Pasifik. Saham Australia dibuka melemah seiring meningkatnya sentimen penghindaran risiko di Wall Street. Meskipun indeks S&P/ASX200 sempat tergelincir hampir satu persen, sektor pertambangan emas memimpin pemulihan kecil dengan indeks turun hanya 0,11 persen pada siang hari. Indeks All Ordinaries juga turun, sebesar 0,17 persen menjadi 8008,3.
Kondisi ini memicu lonjakan harga emas, yang disebut-sebut sebagai âtempat perlindungan amanâ ketika pasar saham bergejolak. Jessica Amir, ahli strategi pasar dari Moomoo Australia, menyebut sentimen investor sedang buruk, terlihat dari saldo kas yang meningkat dan lonjakan pembelian emas. Harga emas dunia kini menembus US$3400, naik 30 persen sepanjang tahun ini, dan diprediksi masih memiliki ruang untuk terus menguat.
Kenaikan harga emas berdampak positif terhadap saham perusahaan tambang emas di Australia. Saham St Barbara melonjak hingga 11,5 persen, disusul Evolution Mining sebesar 3,8 persen, dan Northern Star naik 2,4 persen. Sektor material mencatat kenaikan sebesar 0,08 persen, berkat performa gemilang dari sub-sektor pertambangan ini.
Namun, tidak semua sektor mengalami nasib serupa. Saham energi dan teknologi mengalami pelemahan, sementara sektor keuangan dan barang kebutuhan pokok mencatat sedikit penguatan. Macquarie Group mencuri perhatian pasar dengan mengumumkan penjualan divisi investasi publik Amerika Utara dan Eropa senilai US$2,8 miliar kepada bank investasi Jepang, Nomura. Sahamnya pun naik 1,1 persen menjadi AU$181,94.
Empat bank besar Australia menunjukkan performa beragam. CBA memimpin dengan kenaikan 1,3 persen, diikuti oleh Westpac dan NAB masing-masing naik 0,6 dan 0,1 persen. Sementara itu, ANZ justru turun tipis 0,3 persen.
Kabar buruk datang dari sektor energi, khususnya perusahaan tambang uranium Deep Yellow yang sahamnya terjun 6,6 persen. Perusahaan tersebut mengumumkan penundaan proyek andalannya, Tumas di Namibia, akibat turunnya harga uranium dan stagnasi aktivitas pasar dalam satu dekade terakhir. CEO John Borshoff mengkritik sistem kontrak pembelian oleh utilitas yang tidak mendukung investasi greenfield uranium.
Di sisi lain, dolar Australia justru menguat terhadap dolar AS, menyusul aksi jual di pasar Amerika. Kurs dolar Australia mencapai level tertinggi sejak Desember, dengan nilai tukar 64,15 sen AS, naik dari 63,41 sen pada akhir pekan lalu.
Dengan ketegangan politik di Washington dan gejolak pasar global, para pelaku ekonomi kini menanti apakah ancaman Trump terhadap Powell akan menjadi kenyataan, atau sekadar manuver menjelang pemilu. Yang jelas, sentimen investor akan terus diuji dalam waktu dekat.
- Donald Trump
- The Federal Reserve System (The Fed)
- Jerome Powell
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Inggris Tak Hapus Pajak Layanan Digital
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.