Penuhi Target 80 Ribu Kopdes, Pemerintah Tengah Siapkan Tiga Sumber Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Selasa, 22 Apr 2025, 15:32 WIB

JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan tiga sumber pembentukan Koperasi Desa Merah Putih untuk memenuhi target 80 ribu koperasi.

“Untuk Koperasi Desa Merah Putih ini, sumbernya ada tiga,” kata Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/4).

Ket. Foto: Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/4). — Sumber: antara foto

Sumber pertama yaitu koperasi yang baru dibentuk untuk menjadi Koperasi Desa Merah Putih. Sumber kedua, koperasi eksisting yang memiliki performa baik dan dikonversi menjadi Koperasi Desa Merah Putih.

Selanjutnya sumber ketiga, koperasi eksisting yang tidak aktif lalu direvitalisasi untuk menjadi Koperasi Desa Merah Putih.

Untuk pemilihan model koperasi, Wamentan menyebut langkah itu dilakukan melalui musyawarah desa yang diselenggarakan oleh kepala desa. Langkah ini dilakukan agar pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa.

Dia pun menambahkan, sebagian desa sudah melaksanakan sosialisasi dan musyawarah terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah akan terus mengontrol dan mengevaluasi desa yang belum dan sudah melakukan sosialisasi.

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia saat peluncuran pada 12 Juli 2025 mendatang.

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi memperkirakan anggaran untuk membentuk 80 ribu Kopdes Merah Putih mencapai 400 triliun rupiah.

Sementara itu, setiap Koperasi Desa Merah Putih berpotensi meraih keuntungan hingga Rp1 miliar per tahun.

Berdasarkan perhitungan Budi Arie, dengan target pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih maka keuntungan yang didapat bisa mencapai 80 triliun rupiah per tahun.

Namun, Budi Arie menekankan bahwa keberhasilan koperasi dalam menghasilkan keuntungan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia.

Untuk itu, Kementerian Koperasi berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi pengelola koperasi melalui serangkaian program, termasuk pelatihan, pendampingan, sertifikasi, supervisi, hingga penyediaan asisten bisnis.

Mengenai biaya pelatihan pengelola dan pengawas koperasi, opsi daring dan hibrida, menurutnya, sedang dipertimbangkan untuk efisiensi dan aksesibilitas.

Kemenkop memperkirakan akan ada sekitar 400 ribu pengurus dan diperkirakan 1,2 juta orang yang akan terlibat dalam pengelolaan berbagai unit usaha Koperasi Desa Merah Putih.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.