Percepat Penanganan TBC, Wamendagri Minta Pemda Riau Bentuk Desa Siaga
Rabu, 05 Agu 2026, 11:15 WIBJAKARTAÂ -Â Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Riau untuk mempercepat pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC). Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya memperkuat penanggulangan TBC melalui percepatan penemuan kasus, pendampingan pasien, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Dialog Interaktif dan Koordinasi Bersama Pemerintah Provinsi Riau serta pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Riau dalam rangka memperkuat dukungan multisektor terhadap penanggulangan TBC di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Selasa (4/8/2026).
"Mungkin nanti dalam kesempatan tertentu saya juga akan zoom dengan para bupati dan wali kota yang ada di Provinsi Riau untuk meyakinkan bahwa pembentukan Desa Siaga ini benar-benar akan memberikan kontribusi terhadap penanggulangan tuberkulosis," ujar Wakil Menteri Dalam Negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri menyoroti masih rendahnya capaian pembentukan Desa Siaga TBC di Provinsi Riau. Hingga saat ini baru terbentuk dua desa atau sekitar 0,11 persen dari total desa dan kelurahan di wilayah tersebut, sehingga pemerintah daerah diminta segera memperkuat koordinasi lintas sektor agar target pembentukan desa siaga dapat dipercepat.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, dinas kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi yang kuat diyakini akan membuat penanggulangan TBC berjalan lebih terstruktur dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Selain itu, para camat, lurah, dan kepala desa juga diminta mengambil peran aktif dalam memimpin upaya penanggulangan TBC di wilayah masing-masing. Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC, kata dia, harus diikuti langkah nyata mulai dari penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien hingga tuntas menjalani pengobatan, sampai meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyakit tersebut.
"Di sini ada Pak Camat yang mendengar langsung tentang data dan juga apa yang saya arahkan hari ini. Segera bentuk, Pak," tegas Wakil Menteri Dalam Negeri.
Ia berharap komitmen kepala daerah dapat memperkuat pelaksanaan program penanggulangan TBC hingga tingkat RT dan RW. Menurutnya, dukungan lintas sektor akan mempercepat pencapaian target pengendalian tuberkulosis di Provinsi Riau.
"Kalau itu sudah dilaksanakan, insyaallah apa yang kita inginkan semuanya akan bisa berjalan dengan baik," pungkas Wakil Menteri Dalam Negeri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Pelaksana Tugas Gubernur Riau S.F. Hariyanto, anggota Komisi IX DPR RI Maharani, serta Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Kehadiran berbagai unsur pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam mempercepat pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau.
- Kemendagri
- Pekanbaru
- Provinsi Riau
- Tuberkulosis
- Desa Siaga TBC
- Wamendagri Akhmad Wiyagus
- Tuberculosis (TBC)
- Deteksi Dini TBC
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
BMKG Nyatakan Gempa M6,8 di Jepang Tak Timbulkan Tsunami di Indonesia
-
Menggunakan Daur Ulang Sampah Plastik untuk Papan Nama Jalan
-
Hari Bhayangkara ke-80: Presiden Prabowo Tegaskan Tema 'Polri untuk Masyarakat'
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Kepala Daerah Terapkan Pembiayaan Kreatif
-
KKP Segel Budi Daya Arwana Ilegal di Pekanbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.