Filipina-AS Gelar Latihan Simulasi Tempur Skala Penuh

Selasa, 22 Apr 2025, 02:30 WIB

MANILA - Militer Filipina dan AS pada Senin (21/4) memulai latihan gabungan selama tiga pekan yang akan mensimulasikan skenario pertempuran skala penuh. Latihan itu digelar karena kedua sekutu tersebut berusaha menghalangi ambisi Beijing di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan.

Sebanyak 17.000 personel diperkirakan akan ambil bagian dalam latihan tahunan Balikatan yang untuk pertama kalinya akan mencakup simulasi pertahanan udara dan misil terpadu, yang akan dihadiri oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Ket. Foto: Pasukan marinir Filipina dan AS saat melakukan simulasi pendaratan di pantai di sebuah pulau di perairan dekat Pulau Palawan ketika digelar latihan gabungan Balikatan. — Sumber: US Marine Corps/Sgt Anthony Kirby

Senjata canggih AS termasuk sistem  misil antikapal NMESIS juga akan dikerahkan, termasuk di dekat titik sempit penting di perairan yang memisahkan Filipina utara dari Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.

“Kami tidak hanya akan menunjukkan keinginan kami untuk menegakkan perjanjian pertahanan bersama yang telah ada sejak 1951, tetapi juga kemampuan kami yang tak tertandingi untuk melakukannya,” ucap Letnan Jenderal Korps Marinir AS James Glynn pada upacara pembukaan di Manila pada ­Senin.

“Tidak ada yang dapat membangun ikatan lebih cepat daripada kesulitan yang dihadapi bersama,” imbuh dia tanpa menyebutkan secara spesifik ancaman yang dihadapi bersama.

Sedangkan Mayor Jenderal Filipina, Francisco Lorenzo, menambahkan bahwa latihan Balikatan ke-40 akan memperkuat kemampuan negara untuk mengatasi tantangan keamanan kontemporer.

Filipina telah terlibat dalam konfrontasi selama berbulan-bulan dengan Beijing mengenai wilayah yang disengketakan di LTS. Kerja sama pertahanan dengan sekutu perjanjiannya, AS, telah terus diperdalam sejak Marcos Jr menjabat pada 2022 dan mulai melawan klaim besar Tiongkok atas jalur perairan penting tersebut.

Menanggapi latihan tersebut, Beijing menuduh Manila telah berkolusi dengan negara-negara di luar kawasan.

“Latihan tersebut merusak stabilitas strategis regional,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun.

Tingkatkan Kemampuan

Tahun lalu, latihan gabungan Balikata menampilkan uji coba sistem misil jarak menengah Typhon milik AS. Angkatan Darat Filipina kemudian mengatakan pihaknya berencana untuk memperoleh Typhon, yang memicu peringatan dari Tiongkok tentang perlombaan senjata regional.

Pada latihan gabungan yang dimulai Senin, Glynn mengatakan sistem Typhon akan hadir lagi, bersama dengan Sistem Pertahanan Udara Terpadu Laut atau MADIS, sebuah platform persenjataan jarak pendek yang mengkhususkan diri dalam melumpuhkan drone.

Panglima Militer Filipina, Romeo Brawner, bulan lalu mengatakan bahwa Manila sedang berupaya meningkatkan persenjataannya dengan lebih banyak sistem misil, kapal perang, dan jet tempur.

Mengingat kedekatan Filipina dengan Taiwan dan perairan sekitarnya, kerja sama AS dengan Filipina akan sangat penting jika terjadi konflik AS dengan Tiongkok. Dan ketika ditanya tentang Taiwan pada Senin, Lorenzo mengatakan Balikatan berpotensi membantu mencegah konflik atas pulau tersebut. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.