Ketika Robot Humanoid Ikut Lari Maraton Bersama Manusia, Inilah yang Terjadi

Minggu, 20 Apr 2025, 09:59 WIB

BEIJING - Dua puluh satu robot humanoid bergabung dengan ribuan pelari di ajang Half Marathon Yizhuang di Beijing, Tiongkok pada Sabtu (19/4), pertama kalinya mesin-mesin ini berlomba bersama manusia dalam lintasan sepanjang 21 km.

Robot-robot buatan DroidUP dan Noetix Robotics dari Tiongkok hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, beberapa lebih pendek dari 120 cm, yang lain setinggi 1,8 m. Salah satu perusahaan membanggakan robotnya tampak hampir seperti manusia, dengan fitur feminin dan kemampuan mengedipkan mata dan tersenyum.

Ket. Foto: Sebuah robot ikut serta dalam lomba lari Half Marathon robot pertama di dunia yang disebut sebagai Humanoid Robot Half-Marathon yang diadakan di Beijing Tiongkok pada 19 April 2025. — Sumber: AP

Beberapa perusahaan menguji robot mereka selama berminggu-minggu sebelum perlombaan. Pejabat Beijing menggambarkan acara tersebut lebih mirip dengan kompetisi mobil balap, mengingat kebutuhan akan tim teknik dan navigasi.

"Robot-robot ini berjalan dengan sangat baik, sangat stabil... Saya merasa sedang menyaksikan evolusi robot dan AI," kata penonton He Sishu, yang bekerja di bidang kecerdasan buatan.

Top of Form

Bottom of Form

Robot-robot tersebut didampingi oleh pelatih manusia, beberapa di antaranya harus ikut berlari untuk mendukung mesin-mesin tersebut selama perlombaan.

Beberapa robot mengenakan sepatu lari, ada yang mengenakan sarung tinju, dan yang lain mengenakan ikat kepala merah dengan tulisan "Terikat untuk Menang" dalam bahasa Mandarin.

Robot yang menang adalah Tiangong Ultra dari Beijing Innovation Center of Human Robotics, dengan waktu tempuh 2 jam 40 menit. Pemenang lomba untuk kategori pria mencatatkan waktu tempuh 1 jam 2 menit.

Beijing Innovation Center of Human Robotics, 43 persen sahamnya dimiliki oleh dua perusahaan milik negara. Sementara divisi robotika raksasa teknologi Xiaomi 1810.HK dan perusahaan robot humanoid terkemuka Cina UBTech mempunyai saham yang sama di sisanya.

Tang Jian, kepala teknologi untuk pusat robotika, mengatakan kinerja Tiangong Ultra dibantu oleh kaki yang panjang dan sebuah algoritma yang memungkinkannya meniru cara manusia berlari maraton.

"Saya tidak bermaksud menyombongkan diri, tetapi menurut saya tidak ada perusahaan robotika lain di Barat yang mampu menyamai prestasi olahraga Tiangong," kata Tang, seraya menambahkan bahwa robot tersebut hanya mengganti baterai tiga kali selama perlombaan.

Beberapa robot, seperti Tiangong Ultra, sukses menyelesaikan lomba, sementara yang lain kesulitan sejak awal. Satu robot jatuh di garis start dan tergeletak selama beberapa menit sebelum bangkit dan lepas landas. Satu robot menabrak pagar setelah berlari beberapa meter, menyebabkan operator manusianya terjatuh.

Meskipun robot humanoid telah muncul di maraton di Tiongkok selama setahun terakhir, ini adalah pertama kalinya mereka berlomba bersama manusia.

Tiongkok berharap investasi dalam industry baru seperti robotika dapat membantu menciptakan mesin-mesin pertumbuhan ekonomi baru. Namun, beberapa analis mempertanyakan apakah masuknya robot ke dalam maraton merupakan indikator yang dapat diandalkan akan potensi industri mereka.

Alan Fern, profesor ilmu komputer, kecerdasan buatan, dan robotika di Oregon State University, mengatakan bertentangan dengan klaim pejabat Beijing bahwa perlombaan semacam itu membutuhkan "terobosan AI", perangkat lunak yang memungkinkan robot humanoid untuk berjalan dikembangkan dan didemonstrasikan lebih dari lima tahun yang lalu.

"Perusahaan-perusahaan Tiongkok benar-benar fokus memamerkan kemampuan berjalan, berlari, menari, dan kelincahan lainnya.

"Secara umum, ini adalah demonstrasi yang menarik, tetapi tidak menunjukkan banyak hal mengenai kegunaan pekerjaan yang bermanfaat atau jenis kecerdasan dasar apa pun," kata Fern.

Tang, CTO pusat robotika, mengatakan: "Fokus kami ke depannya adalah aplikasi industri untuk robot humanoid sehingga mereka benar-benar dapat memasuki pabrik, skenario bisnis, dan akhirnya rumah tangga."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA, Lili Lestari

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.