Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mobil Baru Kian Mahal, Lahirkan Tren Baru di Pasar Otomotif

📅 Sabtu, 19 Apr 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mobil Baru Kian Mahal, Lahirkan Tren Baru di Pasar Otomotif Doc: ANTARA FOTO/RENO ESNIR
Ket. Arsip Foto - Seorang warga memotret mobil yang dipasarkan di bursa penjualan mobil di Blok M Square, Jakarta, Rabu (16/4/2025).

JAKARTA - Prospek bisnis mobil seken di Indonesia sangat menjanjikan, karena pasar otomotif di Indonesia terus berkembang dan banyak masyarakat yang lebih memilih mobil bekas karena harganya lebih terjangkau.

Harga mobil baru terus naik setiap tahun, membuat banyak orang beralih ke mobil bekas yang lebih ramah di kantong tapi masih layak pakai.

Kenaikan harga mobil baru yang tidak sepadan dengan peningkatan daya beli dinilai telah memicu perubahan preferensi konsumen.  

Konsumen kelas menengah ke bawah mengambil pilihan rasional dengan membeli mobil bekas yang harganya lebih terjangkau. 

"Kenaikan harga ini tidak lagi sepadan dengan daya beli yang stagnan, bahkan menurun karena tekanan ekonomi, PHK, dan inflasi kebutuhan pokok yang sedang marak," kata pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu, Jumat (18/4).

Ia menyampaikan harga mobil baru, termasuk Low Cost Green Car (LCGC) yang semula paling terjangkau, tahun ini meningkat. 

Sebagai gambaran, harga per unit mobil Toyota Calya tipe 1.2 E MT STD naik dari Rp167 juta menjadi Rp169,9 juta, Toyota Agya naik dari Rp170 juta menjadi 173,2 juta, Daihatsu Ayla tipe 1.0 M M/T naik dari Rp136 juta menjadi Rp138,5 juta, dan Daihatsu Sigra tipe 1.0 D MT naik dari Rp136 juta menjadi Rp139,2 juta.

Kenaikan harga mobil baru dipengaruhi oleh faktor seperti biaya produksi, pengenaan pajak, nilai tukar mata uang, dan bunga kredit.

Karena harga mobil baru meningkat, sebagian konsumen lebih memilih untuk membeli mobil bekas.

Perusahaan lelang PT JBA Indonesia mencatat penjualan mobil bekas di platformnya pada kuartal pertama tahun 2025 meningkat 13 persen dibandingkan dengan kurun yang sama tahun sebelumnya. 

Sedangkan angka penjualan mobil baru menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menurun pada kuartal pertama tahun 2025.

Menurut data asosiasi industri, selama Januari-Maret 2025 penjualan grosir kendaraan dari distributor ke dealer turun 4,7 persen menjadi 205.160 unit dari 215.250 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Angka penjualan ritel mobil pada tiga bulan pertama 2025 tercatat turun 8,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 210.483 unit.

Kebijakan tarif impor baru yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat dan perang dagang yang melibatkan negara itu dikhawatirkan memperparah kondisi ekonomi dan memperburuk kondisi pasar otomotif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.