Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Berlakukan UU Darurat Penembakan Hewan Hadapi Serangan Beruang

📅 Sabtu, 19 Apr 2025, 21:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jepang Berlakukan UU Darurat Penembakan Hewan Hadapi Serangan Beruang Doc: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

TOKYO - Jepang, Jumat (18/4), memberlakukan undang-undang yang direvisi untuk memungkinkan pemerintah kota mengizinkan "penembakan darurat" oleh pemburu ketika hewan berbahaya memasuki daerah berpenduduk di tengah meningkatnya jumlah serangan beruang.

Revisi undang-undang tentang pelindungan dan pengelolaan satwa liar akan memungkinkan respons yang lebih cepat dan lebih efektif dibandingkan dengan tindakan saat ini, yang hanya mengizinkan hewan berbahaya ditembak ketika orang-orang dalam bahaya langsung.

Pemerintah bermaksud untuk memberlakukan hukum pada musim gugur ketika beruang mulai aktif, dengan peraturan yang menetapkan beruang coklat, beruang hitam Asia, dan babi hutan sebagai hewan berbahaya yang menjadi sasaran penembakan darurat.

Beruang coklat hidup di Hokkaido, Jepang utara, sementara beruang hitam hidup di 34 dari 47 prefektur negara itu, menurut Kementerian Lingkungan Hidup Jepang.

Penampakan beruang yang turun ke daerah berpenduduk untuk mencari makanan telah meningkat di tengah penurunan aktivitas manusia di daerah pegunungan dan peningkatan lahan pertanian yang ditinggalkan sebagai akibat dari populasi pedesaan yang menua dan menyusut.

Berdasarkan undang-undang yang direvisi, yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat, pemerintah daerah akan dapat meminta pemburu atau pejabat untuk menembak beruang jika dikhawatirkan beruang tersebut akan memasuki area pemukiman atau dianggap perlu tanggapan mendesak untuk mencegah terjadinya cedera pada manusia.

Undang-undang tersebut juga menyatakan bahwa kondisi tertentu harus dipenuhi sebelum penembakan darurat diizinkan -- misalnya, hewan tersebut dianggap tidak dapat ditangkap dengan cepat tanpa menggunakan senjata api dan tidak ada risiko orang terjebak di garis tembak.

Pimpinan kota akan dapat membatasi lalu lintah dan mengeluarkan perintah evakuasi untuk mengamankan keselamatan warga saat penembakan darurat dilakukan. Pemerintah daerah akan memberikan kompensasi jika bangunan rusak akibat peluru.

Menurut kementerian, jumlah korban tertinggi sebanyak 219, termasuk enam kematian, akibat serangan beruang dilaporkan di negara tersebut pada 2023 hingga Maret 2024. Ant/Kyodo/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.