Riau Siaga Karhutla, Pemerintah Daerah Minta Dukungan Helikopter Water Bombing
Kamis, 17 Apr 2025, 16:18 WIBRiau butuh bantuan tiga unit helikopter water bombing untuk mendukung operasional mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menyusul daerah itu sudah menetapkan status siaga karhutla mulai April-November 2025.
"Terimakasih Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menyetujui permohonan bantuan tersebut dan kami siap mendukung operasional helikopter water bombing itu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal di Pekanbaru, Kamis.
Menurut dia, penetapan status siaga Riau berdasarkan pada analisis potensi resiko karhutla bersamaan dengan perubahan kondisi cuaca.
Selain helikopter water bombing, katanya menyebutkan, BNPB juga mengirimkan satu unit helikopter untuk
mendukung kegiatan patroli udara dalam memantau titik api sejak dini lebih cepat dan akurat sehingga penanganan karhutla bisa segera dilakukan.
"Dengan demikian ada empat unit helikopter beroperasi untuk memperkuat ketersediaan armada penanggulangan karhutla Riau agar pencegahan, dan penanggulangan bisa segera dilakukan," katanya.
Riau butuh helikopter, apalagi saat ini kondisi cuaca di Riau makin panas yang dikhawatirkan bisa memicu kebakaran hutan dan lahan, apalagi lahan Riau dominan gambut yang mudah terbakar.
Ia mengatakan situasi karhutla di Riau kini masih terkendali walaupun pada beberapa titik api terdeteksi sebelumnya namun berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Tim gabungan tetap siaga 24 jam, dengan respon cepat dan tindakan pemadaman dapat segera dilakukan untuk mencegah potensi karhutla meluas.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Putri Santy memprediksi pada sore dan malam potensi hujan meningkat dengan intensitas ringan dan sedang di Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kota Pekanbaru.
Ia mengimbau warga agar waspada terhadap hujan intensitas hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar dan Kuantan Singingi pada malam hari.
"Suhu udara berkisar antara 23.0 hingga 33.9 derajat celcius dengan kelembaban 50 hingga 98 persen. Angin umumnya bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan 10-30 km/jam," katanya.
Pada dini hari, cuaca akan didominasi oleh kondisi udara kabur hingga berawan. Tinggi gelombang laut di wilayah perairan Riau masih tergolong rendah berkisar antara 0.5-1.25 meter. BMKG juga mencatat 21 hotspot dominan di Bangka Belitung sebanyak 13 titik dan Riau nihil
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.