Ancelotti Akui Pernah Impikan Latih Liverpool, tapi Kini Justru Penggemar Berat Everton

Rabu, 16 Apr 2025, 14:40 WIB

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, secara mengejutkan mengungkapkan bahwa ia pernah memimpikan untuk melatih Liverpool. Namun, sejak menghabiskan 18 bulan di Everton, perasaannya berubah drastis dan kini ia menyebut dirinya sebagai penggemar berat The Toffees.

Ancelotti, yang kini berusia 65 tahun, pernah memendam harapan bisa bekerja di Anfield. Akan tetapi, masa baktinya bersama Everton justru membentuk hubungan emosional yang kuat dengan klub rival sekota Liverpool tersebut. Meski akhirnya ia hengkang dari Goodison Park pada 2021 untuk kembali ke Real Madrid, kenangannya bersama Everton tetap membekas dalam benaknya.

Ket. Foto: — Sumber: Mirror

Dalam wawancaranya di podcast Larmandillo, Ancelotti berkata, "Impian saya adalah melatih Liverpool, tetapi kemudian saya menemukan diri saya di Everton dan mengalami persaingan mereka, dan sekarang saya menjadi penggemar sejati Everton." Ia juga menambahkan, "Saya sangat menyukai suasananya, karena ada gairah yang luar biasa terhadap warna-warna tersebut."

Ancelotti sebelumnya pernah menorehkan sejarah manis bersama Real Madrid saat membawa klub itu meraih gelar Liga Champions ke-10 atau La Decima pada 2013. Setelah enam tahun meninggalkan ibu kota Spanyol, ia kembali ditunjuk sebagai pelatih dan sejauh ini telah menambah dua trofi Liga Champions lagi untuk Los Blancos.

Namun, masa depan Ancelotti di Santiago Bernabeu kembali dipertanyakan. Jika Real Madrid gagal membalikkan defisit agregat 3-0 melawan Arsenal dan tersingkir dari Liga Champions, posisinya dikabarkan akan terancam. Selain itu, ia juga dituntut meraih hasil maksimal di final Copa del Rey melawan Barcelona dan mempertahankan persaingan di LaLiga, di mana Madrid tertinggal empat poin dari Barca.

Spekulasi mengenai masa depannya semakin berkembang, termasuk rumor yang mengaitkannya dengan kursi pelatih tim nasional Brasil. Namun, Ancelotti menegaskan bahwa ia masih menikmati peran sebagai pelatih klub dan ingin menyelesaikan kontraknya di Real Madrid, yang berlaku hingga 2026.

“Saya tidak boleh membicarakan hal-hal tentang masa depan saya, karena kontraknya sudah cukup jelas,” ujar Ancelotti. “Apa pun itu, akan dibahas di akhir musim. Klub selalu mendukung saya, terutama di saat-saat sulit,” tambahnya.

Meski peluang melatih Liverpool tampaknya telah sirna, pernyataan Ancelotti menunjukkan bahwa dunia sepak bola memang penuh kejutan dan emosi. Kini, ia tidak hanya dikenang sebagai pelatih yang sukses, tetapi juga sebagai pribadi yang tulus mencintai klub yang sempat ia latih, bahkan jika itu awalnya adalah bagian dari rivalitas sengit.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.