Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Sinyal Publik Mulai Ragu pada Ekonomi Nasional?

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 16:04 WIB | Oleh:
Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Sinyal Publik Mulai Ragu pada Ekonomi Nasional? Doc: ANTARA FOTO/Fauzan
Ket. Pengunjung melihat barang yang dijual di salah satu gerai fesyen di pusat perbelanjaan Kuningan City, Jakarta, Jumat (20/12/2024).

JAKARTA - Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi naaional secara umum sedikit turun. Mereka mungkin masih yakin akan kondisi ekonomi dan kemampuan keuangan pribadi, tapi ada tanda-tanda kehati-hatian atau kekhawatiran yang mulai muncul.

Jika tren penurunan berlanjut, bisa memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Konsumen cenderung mengurangi belanja, terutama untuk barang-barang non-esensial, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Maret 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga. Sayangnya, optimisme tersebut tak sekuat periode sebelumnya.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2025 tetap berada pada level optimis sebesar 121,1. Angka itu lebih rendah dibandingkan IKK pada Februari 2025 sebesar 126,4.

"Tetap terjaganya keyakinan konsumen pada Maret 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis (indeks lebih dari sama dengan 100)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Selasa (15/4).

IKE dan IEK masing-masing tercatat sebesar 110,6 dan 131,7, meski lebih rendah apabila dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang masing-masing tercatat sebesar 114,2 dan 138,7.

Secara rinci, BI mencatat tetap kuatnya IKE pada Maret 2025 didukung oleh seluruh komponennya, yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), yang masing-masing tercatat sebesar 121,3, 110,2, dan 100,3.

Meski seluruh komponen IKE tersebut berada pada level optimis, tercatat IPSI, IPDG, dan IKLK lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 122,7, 113,7, dan 106,2.

Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan, sebagaimana tercermin pada IEK, diprakirakan tetap kuat. BI mencatat, tetap kuatnya IEK bersumber dari seluruh komponennya.

Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP), Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU), dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) pada Maret 2025 masing-masing tercatat sebesar 137,0, 132,2 dan 125,9, meski lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 143,3, 138,6, dan 134,2.

Hasil survei BI juga mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) dan proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) pada Maret 2025 masing-masing tercatat sebesar 75,3 persen dan 10,8 persen, meningkat dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya yang sebesar 74,7 persen dan 10,6 persen.

Adapun proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) pada Maret 2025 tercatat sebesar 13,8 persen, sedikit menurun dibandingkan Februari 2025 sebesar 14,7 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.