Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Sinyal Publik Mulai Ragu pada Ekonomi Nasional?
📅 Selasa, 15 Apr 2025, 16:04 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ANTARA FOTO/Fauzan
JAKARTA - Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi naaional secara umum sedikit turun. Mereka mungkin masih yakin akan kondisi ekonomi dan kemampuan keuangan pribadi, tapi ada tanda-tanda kehati-hatian atau kekhawatiran yang mulai muncul.
Jika tren penurunan berlanjut, bisa memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Konsumen cenderung mengurangi belanja, terutama untuk barang-barang non-esensial, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Maret 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga. Sayangnya, optimisme tersebut tak sekuat periode sebelumnya.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2025 tetap berada pada level optimis sebesar 121,1. Angka itu lebih rendah dibandingkan IKK pada Februari 2025 sebesar 126,4.
"Tetap terjaganya keyakinan konsumen pada Maret 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis (indeks lebih dari sama dengan 100)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Selasa (15/4).
Sebaiknya Anda baca juga:
IKE dan IEK masing-masing tercatat sebesar 110,6 dan 131,7, meski lebih rendah apabila dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang masing-masing tercatat sebesar 114,2 dan 138,7.
Secara rinci, BI mencatat tetap kuatnya IKE pada Maret 2025 didukung oleh seluruh komponennya, yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), yang masing-masing tercatat sebesar 121,3, 110,2, dan 100,3.
Meski seluruh komponen IKE tersebut berada pada level optimis, tercatat IPSI, IPDG, dan IKLK lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 122,7, 113,7, dan 106,2.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan, sebagaimana tercermin pada IEK, diprakirakan tetap kuat. BI mencatat, tetap kuatnya IEK bersumber dari seluruh komponennya.
Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP), Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU), dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) pada Maret 2025 masing-masing tercatat sebesar 137,0, 132,2 dan 125,9, meski lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 143,3, 138,6, dan 134,2.
Hasil survei BI juga mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) dan proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) pada Maret 2025 masing-masing tercatat sebesar 75,3 persen dan 10,8 persen, meningkat dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya yang sebesar 74,7 persen dan 10,6 persen.
Adapun proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) pada Maret 2025 tercatat sebesar 13,8 persen, sedikit menurun dibandingkan Februari 2025 sebesar 14,7 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!