Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PDRB Menanjak Periode 2020–2024 Menggambarkan Ekonomi Kaltim Berkembang

📅 Sabtu, 12 Apr 2025, 13:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
PDRB Menanjak Periode 2020–2024 Menggambarkan Ekonomi Kaltim Berkembang Doc: ANTARA
Ket. Batu bara di atas ponton melintasi Sungai Mahakam. Batu bara merupakan pendongkrak utama ekonomi Kaltim.

SAMARINDA– Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Timur (PDRB Kaltim) atas dasar harga konstan terus menanjak dalam periode 20202024, menggambarkan bahwa perekonomian di “Benua Etam” terus tumbuh dan berkembang.

Pada 2020 PDRB Kaltim atas dasar harga konstan tercatat Rp472,39 triliun, naik menjadi Rp484,43 triliun pada 2021, pada 2022 kembali naik menjadi Rp506,15 triliun, naik lagi menjadi Rp537,63 triliun di 2023, dan pada 2024 naik lagi menjadi Rp570,82 triliun.

"Data PDRB merupakan salah satu indikator makro yang dapat menunjukkan kondisi perekonomian wilayah setiap tahun," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Yusniar Juliana Nababan di Samarinda, Sabtu.

PDRB sebanyak itu berasal dari 10 kabupaten/kota, yakni dari Kabupaten Paser pada 2020 senilai Rp34,7 triliun, 2021 naik menjadi Rp36,58 triliun, 2022 menjadi Rp36,98 triliun, 2023 kembali naik menjadi Rp37,49 triliun, dan 2024 menjadi Rp38,9 triliun.

Kabupaten Kutai Barat pada 2020 Rp20,64 triliun, 2021 naik menjadi Rp21,5 triliun, 2022 menjadi Rp22,5 triliun, pada 2023 naik lagi menjadi Rp23,84 triliun, dan 2024 kembali naik menjadi Rp25,65 triliun.

Sebaiknya Anda baca juga:

Kabupaten Kutai Kartanegara pada 2020 Rp120,95 triliun, 2021 naik menjadi Rp124,19 triliun, 2022 naik lagi menjadi Rp128,79 triliun, 2023 menjadi Rp135,4 triliun, dan pada 2024 naik lagi menjadi Rp143 triliun.

Kabupaten Kutai Timur pada 2020 Rp92,86 triliun, 2021 menjadi Rp92,03 triliun, 2022 naik menjadi Rp97,17 triliun, 2023 naik lagi menjadi Rp104,66 triliun, dan pada 2024 kembali naik menjadi Rp114,94 triliun.

Kabupaten Berau pada 2020 senilai Rp27,33 triliun, 2021 naik menjadi Rp28,8 triliun, 2022 naik menjadi Rp29,94 triliun, 2023 naik lagi menjadi Rp31,57 triliun, dan 2024 kembali naik menjadi Rp33,86 triliun.

Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2020 Rp6,6 triliun, 2021 turun menjadi Rp6,49 triliun, 2022 naik menjadi Rp7,43 triliun, 2023 naik menjadi 9,61 triliun, dan pada 2024 naik drastis menjadi Rp12,57 triliun.

Kabupaten Mahakam Ulu pada 2020 dengan PDRB Rp1,76 triliun, 2021 menjadi Rp1,78 triliun, 2022 kembali naik menjadi Rp1,8 triliun, 2023 naik menjadi Rp1,85 triliun, dan 2024 kembali naik menjadi Rp1,91 triliun.

“Di Kota Balikpapan pada 2020 Rp83,03 triliun menjadi Rp100,19 triliun pada 2024, Kota Samarinda dari Rp45,04 triliun pada 2020 menjadi Rp58,24 triliun pada 2024, Kota Bontang dari PDRB Rp39,32 triliun pada 2020 menjadi Rp41,56 triliun pada 2024," kata Yusniar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.