Ringankan Beban Dunia Usaha, Pemerintah Janji Sederhanakan Regulasi Fiskal
📅 Jumat, 11 Apr 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiPada kesempatan lain, pengamat ekonomi dari Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai rencana penambahan impor dari AS dapat menjadi strategi jangka pendek Indonesia dalam menghadapi tarif resiprokal 32 persen yang digagas Presiden AS Donald Trump.
Meski sempat menuai kekhawatiran akan memperlebar defisit anggaran, Indonesia sejatinya membutuhkan sejumlah komoditas yang diproduksi oleh AS seperti kapas, minyak bumi, gas alam cair (LNG), jagung, dan gandum di mana tren kebutuhannya terus meningkat.
“Kita membutuhkan banyak produk yang tidak kita produksi dan mereka diproduksi oleh AS. Saat ini, tren kebutuhan meningkat, memposisikan AS sebagai supplier utama, jadi sekali mengayuh dua pulau terlampaui, “ kata Wijayanto kepada Antara.
Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, impor tersebut juga bakal mempersempit defisit perdagangan AS terhadap Indonesia sehingga dapat menjadi pertimbangan saat proses negosiasi tarif nantinya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!