Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sentimen Eksternal Masih Dominan Ke Depan

📅 Kamis, 10 Apr 2025, 15:40 WIB | Oleh:
Sentimen Eksternal Masih Dominan Ke Depan Doc: IST

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diper­kirakan belum akan bergerak stabil dalam beberapa waktu ke depan. Pergerakan rupiah diperkirakan masih dipengaruhi sentimen dari global, terutama kekhawatiran meningkatnya ekskalasi perang dagang antara dua kekuatan ekonomi ter­besa di dunia, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Ekonom Bank Danamon Indonesia Hosianna Evalita Situmorang melihat sentimen eksternal masih dominan memengaruhi pergerakan rupiah. Respons AS terhadap aksi balasan tarif yang dilancarkan Tiongkok membuat ten­si perang dagang semakin meningkat.

Alhasil, tekanan terhadap aksi jual aset berisiko atau risk-off kian menguat sehingga menekan kinerja rupiah. Hosianna memproyeksikan rupiah dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (10/4), masih akan bergerak volatile di kisaran 16.850–17.000 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Rabu (9/4) sore, di Jakarta me­nguat sebesar 18 poin atau 0,11 persen dari sehari sebelum­nya menjadi 16.873 rupiah per dollar AS.

Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap, intervensi Bank Indonesia (BI) terhadap nilai tukar (kurs) rupiah di pasar domestik membuat mata uang Indonesia stabil kembali.

“Guna menenangkan pasar Bank Indonesia terus me­lakukan triple intervensi di perdagangan DNDF (Domestic Non Deliverable Forward) yaitu pasar valas, obligasi, dan repo, sehingga pelemahan rupiah bisa diantisipasi secara kontinyu (dan) rupiah kembali stabil, walaupun pasar glo­bal sedang tidak baik-baik saja,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Triple intervention atau tiga intervensi tersebut antara lain intervensi di pasar valuta asing (valas) pada transaksi spot dan DNDF, serta Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Optimalisasi instrumen triple intervention dalam rang­ka memastikan kecukupan likuiditas valas untuk kebutuh­an perbankan dan dunia usaha serta menjaga keyakinan pelaku pasar.

Selain itu, sentimen lain terhadap kurs rupiah berasal dari laporan Badan Pusat Statistik yang mencatatkan perekono­mian Indonesia mengalami inflasi 1,03 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada Maret 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.