Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspadai Ancaman Versi Baru Trojan Triada pada Perangkat Ponsel Android Anda

📅 Rabu, 09 Apr 2025, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspadai Ancaman Versi Baru Trojan Triada pada Perangkat Ponsel Android Anda Doc: ANTARA/Shutterstock

JAKARTA - Perusahaan penyedia solusi dan layanan keamanan siber Kaspersky mendapati versi baru Trojan Triada canggih pada ponsel pintar Android palsu yang diduga dijual melalui pengecer tidak sah.

Menurut siaran pers perusahaan pada Senin (7/4), solusi Kaspersky mendeteksi varian baru tersebut sebagai Backdoor.AndroidOS.Triada.z.

Tertanam dalam firmware sistem, malware ini beroperasi tanpa terdeteksi dan memberikan penyerang kendali penuh atas perangkat yang terinfeksi.

Lebih dari 2.600 pengguna di seluruh dunia telah terdampak serangan malware tersebut. Serangan banyak menyasar pengguna di Rusia, Brasil, Kazakhstan, Jerman, dan Indonesia.

Tidak seperti malware seluler biasa yang dikirimkan melalui aplikasi berbahaya, varian Triada terintegrasi ke dalam kerangka sistem, menyusup ke setiap proses yang sedang berjalan, sehingga memungkinkan berbagai macam aktivitas berbahaya.

Aktivitas berbahaya yang dimaksud antara lain mencuri akun aplikasi perpesanan dan media sosial, termasuk Telegram, TikTok, Facebook, dan Instagram; menyadap, mengirim, dan menghapus pesan SMS; serta mengirim dan menghapus pesan di aplikasi seperti WhatsApp dan Telegram.

Selain itu, penyerang bisa mengganti alamat dompet aset kripto, mengalihkan panggilan telepon dengan memalsukan ID pemanggil, memantau aktivitas peramban, dan menyuntikkan tautan.

Dengan malware ini, penyerang juga bisa mengaktifkan biaya SMS premium, mengunduh dan menjalankan muatan tambahan, serta memblokir koneksi jaringan untuk melewati sistem anti-penipuan.

Analis malware di Kaspersky Threat Research Dmitry Kalinin mengatakan bahwa Trojan Triada telah berkembang menjadi salah satu ancaman paling canggih dalam ekosistem Android.

Versi baru ini menyusup ke perangkat pada level firmware bahkan sebelum mencapai pengguna, yang menunjukkan adanya kompromi rantai pasokan.

"Menurut analisis sumber terbuka, penyerang telah menyalurkan setidaknya 270.000 dollar AS (sekitar Rp4,5 miliar) dalam aset kripto curian ke dompet mereka, meskipun jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi karena penggunaan koin yang tidak dapat dilacak seperti Monero," kata Kalinin.

Trojan Triada pertama kali ditemukan tahun 2016. Virus ini terus berkembang, memanfaatkan hak istimewa tingkat sistem untuk melakukan penipuan, membajak autentikasi SMS, dan menghindari deteksi. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

28 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.