Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Tawarkan Pengurangan Tarif Jika Tiongkok Setuju Jual TikTok

📅 Kamis, 27 Mar 2025, 10:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump Tawarkan Pengurangan Tarif Jika Tiongkok Setuju Jual TikTok Doc: BBC/Getty
Ket. Akun resmi Presiden AS Donald Trump di TikTok.

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan, ia mungkin menawarkan pengurangan tarif kepada Tiongkok untuk mendapatkan persetujuan Beijing atas penjualan platform media sosial populer TikTok.

"Mungkin saya memberi mereka sedikit pengurangan tarif atau semacamnya agar hal itu bisa terlaksana," ujarnya kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (26/3.

Trump awal bulan ini mengatakan AS sedang berunding dengan empat grup yang berminat mengakuisisi TikTok, karena aplikasi tersebut menghadapi masa depan yang tidak menentu di AS.

Undang-undang AS telah memerintahkan TikTok untuk melepaskan investasi dari pemiliknya di Tiongkok, ByteDance, atau dilarang di Amerika Serikat. Undang-undang ini diberlakukan karena khawatir Beijing dapat mengeksploitasi platform berbagi video itu untuk memata-matai warga Amerika atau secara diam-diam mempengaruhi opini publik AS.

Undang-undang tersebut mulai berlaku pada tanggal 19 Januari, sehari sebelum pelantikan Trump, tetapi ia dengan cepat mengumumkan menunda pemberlakuan undang-undang tersebut.

Penundaan itu ditetapkan berakhir pada tanggal 5 April.

"Kita akan membuat semacam kesepakatan," kata Trump. Jika kesepakatan itu tidak dilakukan tepat waktu, ia akan memperpanjang batas waktu.

"Tiongkok harus memainkan peran dalam hal itu, mungkin dalam bentuk persetujuan dan saya pikir mereka akan melakukannya."

Selama masa jabatan pertamanya di Gedung Putih, Trump juga berupaya melarang TikTok di Amerika Serikat dengan alasan masalah keamanan nasional.

Pada bulan Januari, TikTok ditutup sementara di AS dan menghilang dari toko aplikasi saat batas waktu penerapan undang-undang itu semakin dekat, yang membuat jutaan pengguna kecewa.

Trump kemudian menangguhkan penerapannya selama 2,5 bulan setelah memulai masa jabatan keduanya pada tanggal 20 Januari, untuk mencari solusi dengan Beijing.

TikTok kemudian memulihkan layanan di AS dan kembali ke toko aplikasi Apple dan Google pada bulan Februari.

Perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) Perplexity baru-baru ini menyatakan berminat membeli TikTok.

Perplexity dalam postingan blognya memaparkan visi untuk mengintegrasikan kemampuan pencarian internet bertenaga AI dengan aplikasi berbagi cuplikan video populer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.