Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Go Internasional! Kemendag Ekspor Perdana Gerabah Inovatif UMKM Jatim ke Jepang

📅 Kamis, 27 Mar 2025, 11:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Go Internasional! Kemendag Ekspor Perdana Gerabah Inovatif UMKM Jatim ke Jepang Doc: Kemendag RI
Ket. Produk gerabah inovatif yang diekspor ke pasar Jepang.

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas ekspor perdana dua produk gerabah inovatif dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Jawa Timur ke Jepang dengan total nilai 48.311 dollar AS atau setara Rp801,38 juta.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi mengatakan ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing dan memenuhi ekspektasi pasar internasional. Terlebih lagi, pasar Jepang terkenal dengan standarnya yang tinggi dan sangat selektif dalam menerima produk asing.

"Ekspor perdana produk gerabah inovatif dari Jawa Timur berhasil membuktikan bahwa hasil kreasi UMKM Indonesia dapat diterima di pasar Jepang yang dikenal selektif dan memiliki standarnya yang tinggi. Kami harap, ekspor perdana ini menjadi awal dari perluasan pasar global bagi lebih banyak UMKM," ujar Puntodewi di Jakarta, Kamis (27/3).

Kedua produk gerabah tersebut, yaitu bola tumbuh pot (bobupot) produksi Green Galeria Indonesia asal Surabaya dan pot terakota produksi UD Gerabah Merah dari Malang.

Produk-produk ini dirancang dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan, estetika modern, serta menggunakan bahan alami dan berkelanjutan seperti bambu, tanah liat, dan arang sekam.

Bobupot merupakan pot media tanam cerdas berbentuk bola untuk tanaman. Wadah ini memilki tekstur berbahan alami yang dilapisi bahan hasil daur ulang, seperti serabut kelapa, batu kerikil, pasir putih, serta abu dan arang kayu (charcoal) untuk dalam ruangan.

Produk ini diekspor dengan nilai 46.799 dolar AS pada ekspor perdananya ke Jepang. Sementara itu, pot terakota merupakan media taman berbahan baku tanah liat dengan ukuran kecil untuk ditempatkan di dalam ruangan (rumah). Produk ini pun diekspor perdana ke Jepang dengan nilai 1.512 dolar AS.

Puntodewi menuturkan, ekspor ini merupakan tindak lanjut dari Pekan Pengembangan Ekspor Nasional yang digelar Kemendag bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Bank Jatim, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), dan serta Export Center Surabaya.

"Keberhasilan ekspor perdana ini juga menjadi bukti nyata efektivitas program UMKM BISA Ekspor dalam mendorong UMKM Indonesia untuk berani menembus pasar global dan memperluas jangkauan produknya," kata Puntodewi.

Puntodewi mengatakan, UMKM BISA Ekspor memberikan pelatihan, pendampingan, serta akses pasar internasional bagi pelaku UMKM agar mampu menghadapi tantangan ekspor.

Program ini mencakup peningkatan daya saing produk ekspor, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) ekspor, dan perluasan pasar yang diperlukan agar produk dapat diterima di pasar global.

"Kemendag melalui program UMKM BISA Ekspor terus memberikan dukungan bagi UMKM yang ingin mengembangkan pasarnya ke luar negeri. Dengan pendampingan yang tepat, UMKM Indonesia diharapkan semakin siap bersaing di tingkat internasional," ucapnya.

UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk menembus pasar global. Kemendag berkomitmen untuk terus mendukung pelaku usaha dalam mengembangkan daya saing produk lokal di pasar internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.