Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenperin Usulkan Moratorium Ekspor Kelapa untuk Atasi Kelangkaan Bahan Baku

📅 Minggu, 23 Mar 2025, 07:55 WIB | Oleh:
Kemenperin Usulkan Moratorium Ekspor Kelapa untuk Atasi Kelangkaan Bahan Baku Doc: Pexels

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan komitmennya untuk mendukung industri pengolahan kelapa dalam negeri yang saat ini menghadapi masalah serius: kelangkaan bahan baku. Akibatnya, banyak pabrik pengolahan kelapa mengalami penurunan produktivitas dan bahkan terpaksa mengurangi jumlah tenaga kerja.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa salah satu solusi jangka pendek yang diusulkan adalah moratorium atau penghentian sementara ekspor kelapa bulat selama 3 hingga 6 bulan. Tujuannya adalah untuk menstabilkan pasokan kelapa di dalam negeri.

“Kelangkaan bahan baku ini sudah mengganggu operasional industri dan berdampak pada lapangan kerja. Kami ingin kebijakan tata kelola kelapa segera ditetapkan,” ujar Putu dalam pernyataan resminya, Jumat (21/3).

Langkah Tambahan: Pungutan Ekspor & Standar Harga Petani

Selain moratorium, Kemenperin juga mengusulkan langkah-langkah lain seperti:

  • Pengenaan pungutan ekspor untuk kelapa bulat dan produk turunannya

  • Penetapan harga bahan baku yang adil (remuneratif) untuk petani dan industri

Kebijakan ini diharapkan bisa membantu menormalkan harga kelapa yang saat ini melonjak tinggi, serta menjamin bahan baku cukup tersedia untuk industri pengolahan.

Dukungan untuk Petani Lewat Dana Perkebunan

Kemenperin juga mengusulkan agar dana dari pungutan ekspor kelapa dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Dana ini nantinya akan digunakan untuk membantu petani melalui:

  • Program peningkatan produktivitas tanaman kelapa

  • Penguatan usaha tani dan pengolahan kelapa skala rakyat

  • Pengembangan industri kelapa secara terpadu

Ajak Semua Pihak Bersinergi

Putu menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pelaku industri, dan petani agar kebijakan ini berjalan efektif.

“Kami akan terus berkoordinasi dan memastikan kebijakan yang diambil bisa segera dijalankan dan dievaluasi secara rutin,” tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.