Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Efisiensi Anggaran Harus Jadi Momentum Redistribusi Pendapatan

📅 Rabu, 26 Mar 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Efisiensi Anggaran Harus Jadi Momentum Redistribusi Pendapatan Doc: istimewa
Ket. Ketua DPR RI, Puan Maharani

JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani mengatakan bahwa efisiensi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) merupakan kesempatan bagi Pemerintah untuk memperkuat pengelolaan keuangan negara.

Puan saat memimpin rapat paripurna di Jakarta, Selasa (25/3) mengatakan upaya Pemerintah melakukan efisiensi APBN merupakan kewajiban yang harus dijalankan sebagai pelaksanaan atas amanat Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

“UU Keuangan Negara menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan,” kata Puan.

DPR kata Puan mengapresiasi atas upaya Pemerintah melakukan efisiensi APBN demi kesejahteraan rakyat.

“DPR RI mengapresiasi upaya Pemerintah tersebut agar dapat sungguh-sungguh menggunakan uang rakyat bagi sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.

Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa mengatakan efisiensi harus dilakukan untuk pos-pos alokasi yang tidak urgen, tidak rasional, dan cenderung pemborosan. Selanjutnya, realokasi APBN ditujukan untuk menjalankan tugas konstitusional negara dalam menciptakan lapangan kerja, membangun manusia melalui pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat (UMKM dan koperasi) serta perlindungan sosial bagi warga miskin, maka diharapkan menggerakkan perekonomian.

“Realokasi APBN untuk meningkatkan daya beli masyarakat juga penting dilakukan. Kuncinya pada peruntukannya. Jangan sampai efisiensi justru menghambat perputaran ekonomi, jadi efisiensi justru dapat menjadi instrumen redistribusi pendapatan dan peredaran ekonomi yang mengangkat kesejahteraan rakyat,” kata Awan.

Evaluasi Program

Secara terpisah, Guru Besar Ekonomi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Wasiaturrahma, mengatakan kejatuhan IHSG bisa jadi momentum bagi Pemerintah mengevaluasi program dan kebijakan demi keberlangsungan ekonomi nasional.

“Dinamika geopolitik dunia seperti terpilihnya Donald Trump hingga perang tarif Amerika Serikat dan Tiongkok berdampak pada IHSG Indonesia. Dari domestik, investor itu sangat sensitif terhadap kebijakan populis, seperti MBG, karena orang kalau mau investasi harus melihat kira-kira bagaimana situasi ekonomi dalam negeri,” kata Rahma.

Hal-hal yang menyangkut suatu fundamental ekonomi yang rapuh karena secara fiskal dinilai tidak mampu akan membuat investor ketakutan.

Pemerintah katanya perlu menetapkan skala prioritas, jangan semuanya dikerjakan bareng-bareng. Mau bangun tiga juta rumah, sekolah rakyat, dan lain-lain, Pemerintah harus memilih program prioritas yang paling penting dengan berkaca pada kondisi fiskal.

“Kalau ada kebijakan yang berpotensi memberatkan perekonomian, di skip dulu. Untuk masyarakat, pilih investasi yang likuid karena bayang-bayang krisis ada di depan kita,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.