Harga Bawang Terus Meningkat, Pemerintah Intensifkan Operasi Pasar
📅 Sabtu, 22 Mar 2025, 22:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Bapanas
JAKARTA – Tren harga bawang merah dan bawang putih yang mulai meningkat direspons cepat pemerintah. Melalui operasi pasar murah secara rutin dan dilaksanakan dari outlet besar sampai kecil, langkah penstabilan digalakkan.
Dalam pantauan Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA), per 21 Maret rerata harga bawang merah di tingkat konsumen secara nasional berada di 42.581 rupiah per kilogram (kg). Ini cukup menanjak jika dibandingkan pada rerata harga pada tengah Februari yang kala itu ada di 34.849 rupiah per kg.
Sementara rerata harga bawang putih di level konsumen secara nasional per 21 Maret berada di 44.097 rupiah per kg. Sementara harga komoditas serupa di awal Januari 2025 masih berada di 41.984 rupiah per kg.
"Kami rutin memonitor pergerakan harga pangan pokok strategis. Ketika sudah mulai ada tren kenaikan, tentu harus segera ditindaklanjuti dengan berbagai program intervensi yang diinisiasi pemerintah bersama stakeholder pangan," terang Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Sabtu (22/3).
"Hari ini salah satunya Bapanas berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian untuk menggelontorkan stok bawang merah dan bawang putih yang dipasok dari petani lokal dengan harga yang tentunya di bawah pasar. Ini merupakan esensi dari program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP)," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk diketahui, pada Jumat (21/3) bertempat di Kantor NFA, pasokan total sebanyak 1 ton yang terdiri dari 700 kg bawang merah dan 300 kg bawang putih, dilepas dengan harga yang sangat menarik bagi konsumen. Bawang merah dibanderol di harga Rp 33.000 per kg dan bawang putih 30.000 per kg.
Semua pasokan dikirimkan oleh Champion Bawang binaan Kementan melalui sokongan program FDP dari NFA, sehingga benar-benar bersumber dari petani lokal. Ini juga termasuk langkah mendukung petani Indonesia.
"Sebisa mungkin kita penuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dengan hasil panen petani lokal sendiri. Kita bantu buka jalur penjualan dari yang makro sampai mikro seperti hari ini. Apalagi fokus Bapak Presiden Prabowo benar-benar melihat kondisi harga pangan kita, ketersediaan dan harga pangan mesti baik," kata Arief.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sesuai arahan Bapak Presiden, pangan adalah yang utama. Harga pangan saja tidak boleh naik. Ini karena kalau kondisi pangan aman, maka negara aman. Terlebih menjelang Idulfitri di akhir bulan ini," lanjutnya.
Jangkau 37 Provinsi
Selain program FDP, pemerintah juga terus menggenjot realisasi Operasi Pasar Pangan Murah yang merupakan program anyar pemerintah saat ini. Perkembangannya sesuai data yang dihimpun NFA, per 20 Maret telah mencapai 3.027 titik lokasi di 37 provinsi dan 462 kabupaten/kota.
Aneka komoditas yang disediakan dengan harga khusus telah menorehkan realisasi penjualan yang menunjukkan tingginya animo masyarakat. Secara terperinci kuantitasnya adalah beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) 1.388 ton, gula konsumsi 450 ton, MinyaKita 427 kiloliter, daging kerbau 25 ton, dan bawang putih 4.239 kg. Selain itu, ada pula bawang merah 1.935 kg, telur ayam ras 26.770 kg, hingga daging ayam ras 9.083 kg.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!