Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diduga Berisiko Sebabkan Keracunan pada Anak, Benadryl Ditarik dari Pasar AS

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diduga Berisiko Sebabkan Keracunan pada Anak, Benadryl Ditarik dari Pasar AS Doc: Benadryl/people.com
Ket. Benadryl

JAKARTA - Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat mengumumkan sebanyak ribuan botol Benadryl, obat jenis antihistamin ditarik dari pasar karena adanya risiko yang menyebabkan keracunan anak.

Penarikan kembali Benadryl Liquid Elixir botol 100 ml dengan nomor pada label X003VRIGUL dengan alasan kemasan yang digunakan berisiko meracuni anak.

"Benadryl mengandung diphenhydramine yang harus dikemas dalam kemasan yang aman untuk anak-anak sesuai dengan Undang-Undang Pencegahan Racun,” ujar pengumuman Komisi Keamanan Produk Konsumen AS melansir People, Jumat (21/3).

Seorang juru bicara perusahaan Kenvue, perusahaan induk Benadryl, mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki persoalan ini karena produk yang ditarik dari pasaran.

"Kami sangat memperhatikan kualitas, pengemasan, dan keamanan produk kami, dan selalu menyarankan agar obat-obatan dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Kami sedang menyelidiki masalah ini karena lot Benadryl Liquid Elixir yang ditarik tidak diizinkan untuk dijual di Amerika Serikat.”

Pernyataan tersebut pun berlanjut dan menyebut bahwa produk dengan kemasan 100 ml merupakan produk yang diproduksi di Kanada untuk konsumen Kanada serta telah memenuhi aturan pengemasan badan kesehatan setempat.

Namun diduga produk ini dialihkan dari Kanada dan dijual secara tidak seharusnya di AS oleh penjual daring pihak ketiga yang tidak resmi.

“Konsumen yang telah membeli produk ini dari Amazon harus mematuhi rincian penarikan kembali, yang dapat ditemukan di situs web Komisi Keamanan Produk Konsumen.

”Pernyataan tersebut menyimpulkan bahwa penarikan tidak memengaruhi produk Benadryl lain yang dijual di AS atau Kanada dan aman jika dikonsumsi sesuai petunjuk pada label produk.

Konsumen yang telah membeli produk ini dari Amazon harus mematuhi rincian penarikan kembali.

Sebagaimana dijelaskan oleh Perpustakaan Kedokteran Nasional, difenhidramin, bahan aktif dalam Benadryl adalah antihistamin generasi pertama yang digunakan dalam berbagai kondisi untuk mengobati dan mencegah distonia, insomnia, pruritus, urtikaria, vertigo, dan mabuk perjalanan.

Overdosis dapat menyebabkan "keracunan parah", dengan gejala yang dapat mencakup aritmia jantung, kerusakan jaringan otot akibat racun, delirium, halusinasi, penglihatan kabur, retensi urin, dan kejang. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Luar Negeri
Putin Telepon Trump, Tekank...
Advertisement
Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.