BPJS Kesehatan Siapkan Antisipasi Lonjakan Pasien Setelah Lebaran

Jumat, 21 Mar 2025, 23:58 WIB

Samarinda - BPJS Kesehatan Cabang Samarinda, Kalimantan Timur melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan pasien pascalibur Lebaran 2025.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Samarinda, Citra Jaya, di Samarinda, Jumat, mengatakan bahwa lonjakan pasien pada saat dan pascalibur Lebaran merupakan tren yang terus berulang selama lebih dari satu dekade terakhir.

Ket. Foto: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Samarinda, Citra Jaya — Sumber: Antara

“Selama 10 hingga 11 tahun terakhir, kondisi ini memang selalu terjadi. Pasca-Lebaran pasti ada lonjakan kunjungan pasien. Mungkin karena selama bulan puasa cenderung turun jadi ketika kembali normal terlihat seolah-olah meningkat drastis,” ujar Citra Jaya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjut Citra, pihaknya terus berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan (faskes) di Samarinda karena pola ini sudah terjadi bertahun-tahun, pihak rumah sakit dan faskes sudah memahami kondisi tersebut dan dapat mengantisipasinya dengan baik.

“Faskes sudah terbiasa dan memahami pola ini mereka memastikan ketersediaan dokter dan pelayanan tetap optimal. Evaluasi dari tahun sebelumnya menunjukkan bahwa meskipun pernah terjadi gangguan sistem kami sudah melakukan pembenahan agar pelayanan tetap lancar terutama setelah libur panjang seperti ini,” jelasnya.

Dalam menghadapi lonjakan pasien, BPJS Kesehatan juga terus mendorong pemanfaatan layanan antrean online melalui aplikasi Mobile JKN penggunaan antrean online terus meningkat sejak 2024, meskipun masih ada kendala di lapangan.

“Pemanfaatan antrean online memang meningkat seiring waktu, tantangan utamanya adalah peserta yang tidak memiliki gadget atau kurang familiar dengan penggunaan aplikasi. Kadang-kadang mereka harus meminta bantuan kerabat untuk mengoperasikan aplikasi tersebut,” ujarnya.

Selain itu, keterbatasan akses internet di beberapa wilayah juga menjadi faktor yang kerap menghambat peserta untuk memanfaatkan layanan ini. Meski begitu, BPJS Kesehatan tetap fokus mendorong kelompok masyarakat yang memiliki akses terhadap teknologi untuk memaksimalkan antrean online.

“Kami fokus mendorong segmen peserta yang lebih berpeluang memanfaatkan antrean online karena manfaatnya cukup besar dalam mempercepat pelayanan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa BPJS Kesehatan tidak menerapkan pembatasan jumlah pasien melainkan menyesuaikan kapasitas layanan sesuai standar yang ditetapkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Menurut rekomendasi IDI, idealnya rata-rata pelayanan per pasien adalah 6 menit. Kami mengimbau rumah sakit untuk menyesuaikan jam praktik dengan jumlah pasien yang dilayani,” jelasnya.

Sebagai contoh, jika sebuah poliklinik beroperasi selama dua jam, idealnya dapat melayani sekitar 20 hingga 24 pasien dengan durasi pelayanan sekitar 6 menit per orang.

“Yang sering terjadi, meskipun tertera waktu praktik dua jam, kenyataannya bisa lebih panjang. Jadi, kami mengingatkan rumah sakit untuk menginput durasi layanan yang sesuai dengan kondisi di lapangan,” tuturnya.

Ia menjelaskan ini bertujuan menjaga kualitas layanan agar pasien tetap mendapatkan waktu konsultasi yang optimal tanpa terburu-buru.

“Kami ingin memastikan peserta JKN mendapatkan pelayanan yang sesuai standar dengan durasi yang cukup sehingga kualitas pelayanan tetap terjaga,” jelasnya.

Redaktur: Andreas Chaniago

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.