Masuki Musim Hujan, Kementerian Pariwisata Rilis Imbauan agar Wisata Tetap Aman dan Nyaman
Selasa, 11 Nov 2025, 18:15 WIBJAKARTA, KORAN-JAKARTA.COM -Â Kementerian Pariwisata mengeluarkan imbauan bagi masyarakat yang ingin berwisata di tengah musim hujan agar tetap memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan.
Langkah ini disampaikan melalui Surat Edaran Menteri Pariwisata tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, pengelola destinasi, dan wisatawan.
Dalam imbauannya di Jakarta, Selasa (11/11/2025), Kementerian Pariwisata meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam merencanakan perjalanan, terutama menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang bertepatan dengan puncak musim hujan.
âKementerian Pariwisata mengimbau masyarakat yang merencanakan perjalanan wisata pada musim penghujan agar selalu memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan dalam berwisata,â demikian pernyataan resmi kementerian.
Masyarakat diminta untuk memilih destinasi wisata yang aman dan menghindari aktivitas berisiko tinggi, seperti pendakian, arung jeram, atau wisata alam terbuka saat cuaca ekstrem. Penggunaan moda transportasi yang layak dan memenuhi standar keselamatan dari instansi berwenang juga ditekankan guna menghindari potensi kecelakaan perjalanan.
Selain itu, wisatawan diharapkan mematuhi aturan dan informasi di lokasi wisata, termasuk jam operasional, kapasitas pengunjung, serta petunjuk keselamatan dan evakuasi. Kementerian menyarankan agar wisatawan mencari informasi terlebih dahulu sebelum berkunjung untuk mengatur waktu secara efisien dan menghindari antrean panjang.
Imbauan lain yang disampaikan adalah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di setiap destinasi. Wisatawan diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mendukung penerapan pariwisata berkelanjutan.
Kementerian Pariwisata juga mendorong penggunaan asuransi perjalanan atau perlindungan wisata, terutama bagi yang mengunjungi destinasi dengan risiko tinggi.
Bagi pengelola destinasi, kementerian menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko pariwisata dengan mengacu pada Petunjuk Teknis Implementasi Manajemen Risiko di Destinasi Pariwisata. Pengelola juga diminta memedomani modul CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability), pedoman penanggulangan bencana, serta sistem pengelolaan pengunjung agar destinasi tetap aman dan berkelanjutan.
Masyarakat diminta untuk memperhatikan informasi cuaca dan potensi bencana dari BMKG, serta mengikuti arahan dari BNPB dan BPBD setempat sebelum maupun selama perjalanan wisata.
âWisatawan diharapkan dapat tetap berwisata secara aman, nyaman, dan menyenangkan selama musim penghujan, serta berperan aktif dalam menciptakan pariwisata yang tangguh, berkelanjutan, dan berkeselamatan,â tutup Kementerian Pariwisata.
Redaktur: Muhammad Ihsan Karim
Penulis: Muhammad Ihsan Karim
Berita Terkait:
-
Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangarango Diperpanjang, TNGGP Imbau Pendaki "Refund" Tiket Lewat WhatsApp
-
Tak Lagi Muda, Lansia Panti Wreda di Surabaya Tetap Antusias Ikuti Lomba Agustusan
-
Menkeu Purbaya Pastikan Kemenkeu Punya Dana Cukup Bayar Utang Kereta Cepat
-
Kebakaran Hutan Aljazair Kian Mengganas, Korban Tewas Bertambah Jadi 73 Orang
-
DPR Dorong Percepatan Rekonstruksi Desa Adat Sade
-
Bank of England: Awas Krisis Ekonomi Global Akibat Kecanggihan AI
-
Harga Emas Antam Hari Ini Rp2.670.000/Gram, Naik Rp31.000
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.