Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengenaan Tarif Makin Meningkatkan Kekhawatiran Warga AS

📅 Kamis, 20 Mar 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Pengenaan Tarif Makin Meningkatkan Kekhawatiran Warga AS Doc: istimewa
Ket. Mohammad Nasih Rektor Universitas Airlangga, Surabaya - Tarif impor Trump dapat mengganggu rantai pasokan global dan mempengaruhi permintaan terhadap produk-produk ini. Ketidakpastian global bisa berdampak pada nilai tukar.

WASHINGTON - Kebijakan pengenaan tarif baja dan aluminium sebesar 25 persen dari semua negara yang masuk ke Amerika Serikat (AS), serta tarif resiprokal global yang efektif berlaku pada 2 April mendatang telah memicu kekhawatiran yang luas mengenai dampak ekonominya baik secara domestik maupun global.

Sebuah jajak pendapat yang diterbitkan oleh The Guardian pada Senin (17/3) menunjukkan bahwa 72 persen warga AS khawatir dengan tarif tersebut atau meningkat dari 61 persen pada Januari.

Ketidakpastian ekonomi tercermin di seluruh lini politik. Sekitar 90 persen pendukung Demokrat dan 57 persen pendukung Republik menyatakan kekhawatiran mereka.

Banyak yang takut akan dampak negatif jangka panjang. Sekitar 66 persen warga AS meyakini ekonomi AS akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih dari kebijakan tarif Trump, menurut survei tersebut.

“Semakin banyak kekhawatiran bahwa tarif dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap ekonomi yang tidak dapat diprediksi, terlepas dari apakah mereka segera dibatalkan atau tidak,” kata John Gerzema, CEO Harris Poll.

Ekonom Kimberly Clausing mengatakan dalam wawancara terbaru dengan The New York Times bahwa tarif tinggi dapat mengurangi impor, merugikan produksi AS, dan mengorbankan lapangan pekerjaan. Dia menyebut langkah-langkah itu sebagai “titik awal yang baik” untuk melemahkan posisi Amerika di dunia.

Menurut perkiraan terbaru dari National Association of Home Builders (NAHB), meningkatnya biaya bahan-bahan bangunan, termasuk kayu, aluminium, dan baja, dapat menambah biaya sebesar 9.200 dollar AS untuk sebuah rumah tipe standar.

“Para kontraktor terus menghadapi kenaikan biaya bahan bangunan yang diperparah oleh isu tarif, serta tantangan dari sisi pasokan lainnya yang mencakup kekurangan tenaga kerja dan lahan,” kata ketua NAHB, Buddy Hughes seperti dikutip Antara dari Xinhua.

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merilis sebuah laporan pada Senin, yang mengungkapkan bahwa peningkatan tarif perdagangan Trump akan menghantam pertumbuhan dunia dan meningkatkan inflasi.

Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan melambat dari 3,2 persen pada 2024 menjadi 3,1 persen pada 2025, sebagian besar akibat ketegangan perdagangan.

Di Kanada, tarif AS disambut dengan gelombang patriotisme, dengan beberapa konsumen dan bisnis memboikot produk-produk AS.

Ekspor Tertekan

Rektor Universitas Airlangga, Surabaya, Mohammad Nasih, baru-baru ini mengatakan jika perang dagang terus berlanjut, permintaan terhadap ekspor Indonesia bisa tertekan, terutama untuk sektor manufaktur dan komoditas.

“Tarif impor Trump dapat mengganggu rantai pasokan global dan mempengaruhi permintaan terhadap produk-produk ini. Ketidakpastian global bisa berdampak pada nilai tukar, karena investor mencari aset yang lebih aman seperti dollar AS. Ini dapat menyebabkan pelemahan rupiah yang berdampak pada biaya impor dan inflasi domestik,” jelas Nasih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Olahraga
Veda Pratama Optimistis Bis...

Pariwisata Indonesia Catat Pertumbuhan Wisman dan Wisnus

48 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Wisata
Pariwisata Indonesia Catat ...

KKP dan Kemenkeu Perkuat Tata Kelola PNBP Perikanan Tangkap

53 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
KKP dan Kemenkeu Perkuat Ta...
Advertisement
Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.