Waspada Jalur Gumitir Jember-Banyuwang, Retakan 30 Meter Dekat Jurang Mengancam Pengendara
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 21:32 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
JEMBER - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menindaklanjuti adanya temuan retakan sepanjang 30 meter di jalur Gumitir yang merupakan akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Jawa Timur.
"Awalnya kami mendapat laporan dari relawan terkait retakan itu, sehingga dilakukan pengecekan terhadap informasi tersebut dan memang benar ada retakan ringan di KM 230 dan longsor di bahu jalan yang sudah diberi penahan kantong pasir," kata Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo, di Jember, dikutip dari Antara, Kamis (8/10).
Menurut dia, retakan tersebut kategori ringan, namun jarak retakan hanya sekitar jarak 2-3 meter dari sebelah kanan jurang, sehingga dikhawatirkan dampaknya membahayakan pengguna jalan saat melintas.
Titik yang dinilai paling parah memiliki retakan dengan lebar 1-2 cm dan posisi retakan berjarak sekitar 80 centimeter dari badan jalan dengan panjang kerusakan mencapai kurang lebih 30 meter.
"Jalan tersebut merupakan jalan nasional, sehingga BPBD Jember hari ini menggelar rapat koordinasi dengan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk mendapatkan penanganan teknis," tuturnya.
Ia menjelaskan BPBD Jember mengundang beberapa pihak terkait untuk mencari solusi mengatasi retakan yang berada di jalur Gumitir untuk menindaklanjuti temuan itu agar tidak membahayakan pengguna jalan yang menuju ke Banyuwangi maupun sebaliknya.
"Hasil rapat yakni retakan sepanjang 30 meter tersebut akan ditambal dalam minggu ini demi keselamatan pengguna jalan dan kantong pasir untuk menahan longsor akan disempurnakan dengan menambahkan terpal, sehingga ketika hujan tidak semakin tergerus lebih parah," katanya.
Edy mengatakan tim juga akan melakukan perempesan pohon beringin untuk mengurangi beban karena di satu sisi keberadaan pohon tersebut dapat menahan longsor, namun di sisi lain dapat menarik tanah ketika angin kencang.
"Pohon tersebut tidak akan dipotong karena bisa bermanfaat menahan terjadinya longsor. Rencananya kami juga melakukan reboisasi untuk mengurangi terjadinya tanah longsor di beberapa titik," katanya.
Edy mengaku masih belum tahu apakah pada saat penambalan jalan yang retak tersebut akan dilakukan penutupan arus lalu lintas di Jalan Gumitir karena pihaknya masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.
"Kami mengimbau masyarakat selalu berhati-hati saat melintas di Gumitir dan selalu mematuhi rambu-rambu yang ada agar terhindar dari kecelakaan," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!