Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Cianjur data kerusakan akibat gempa 4.8 magnitudo yang terjadi di Sukabumi

📅 Rabu, 19 Mar 2025, 01:55 WIB | Oleh:
BPBD Cianjur data kerusakan akibat gempa 4.8 magnitudo yang terjadi di Sukabumi Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Warga di Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat, bertahan di luar rumah setelah merasakan gempa yang cukup kencang menjelang berbuka puasa, Selasa (18/3).

Cianju --Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah menurunkan petugas untuk melakukan pendataan terkait kerusakan akibat gempa 4.8 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Sukabumi pada Selasa.

Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Asep Kusmanawijaya di Cianjur Selasa, mengatakan gempa berkekuatan 4.8 magnitudo terpusat di Kabupaten Sukabumi pada koordinat 7.38 LS, 107.10 BT itu dirasakan warga di sejumlah kecamatan di wilayah selatan Cianjur.

"Kami sudah mengirim petugas dan melibatkan Relawan Tangguh Bencana (Retana) untuk melakukan pendataan terkait kerusakan yang disebabkan dua kali gempa menjelang berbuka puasa dirasakan di Kecamatan Sindangbarang, Pasirkuda, Sukanagara dan Campakamulya," katanya terkait kerusakan akibat gempa tersebut.

Data sementara tidak ada kerusakan yang disebabkan gempa tersebut, namun warga sempat panik berhamburan ke luar rumah karena getaran yang cukup kencang terjadi saat menjelang berbuka puasa di sejumlah kecamatan di wilayah selatan.

Pihaknya mengimbau warga tetap waspada dan tidak panik, ketika merasakan gempa segera mencari tempat aman di luar rumah selama beberapa menit sebelum kembali ke dalam guna menghindari hal tidak diinginkan saat gempa susulan terjadi.

"Untuk pastinya kami masih menunggu hasil pendataan petugas dan relawan, namun kami imbau warga untuk waspada dan tidak panik," katanya.

Informasi dihimpun, gempa 4.8 magnitudo yang terpusat di Kabupaten Sukabumi sempat membuat panik warga di Kecamatan Sindangbarang yang merasakan getaran cukup kencang menjelang berbuka puasa, sehingga warga berhamburan ke luar rumah.

Bahkan selama belasan menit setelah berbuka, sebagian besar warga bertahan di luar rumah karena beberapa kali getaran atau gempa susulan dirasakan cukup kencang.

"Sekitar tiga kali getaran yang kami rasakan, informasi-nya ada gempa juga di Kecamatan Pasirkuda dan Sukanagara selain gempa Sukabumi, terasa cukup kencang," kata warga Kecamatan Sindangbarang Dhea (55).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.