Dorong Ekspor ke Asean agar Surplus Neraca Perdagangan Terjaga

Selasa, 18 Mar 2025, 01:00 WIB

Jakarta – Pemerintah terus berupaya mempertahankan surplus perdagangan Indonesia dengan memperluas pasar ekspor, terutama ke kawasan Perhimpunan Negara-Negara di Asia Tenggara (ASEAN).

Ekonom yang juga Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai peluang ekspor Indonesia bisa ditingkatkan ke negara-negara Asean sebagai mitra dagang utama.

Ket. Foto: Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai peluang ekspor Indonesia bisa ditingkatkan ke negara-negara Asean sebagai mitra dagang utama — Sumber: istimewa

“Pemerintah mungkin perlu penetrasi ke pasar ekspor yang ada di Asean, karena Asean pada Januari hingga Februari 2025 ini naiknya 46 persen. Pasar di Asean masih bagus,” kata Bhima di Jakarta, Senin (17/3).

Seperti dikutip dari Antara, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor produk nonmigas Indonesia ke kawasan Asean pada Januari-Februari 2025 mengalami peningkatan sebesar 2,26 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Selain itu, Bhima menilai Indonesia juga perlu menemukan pasar-pasar ekspor alternatif demi menjaga surplus perdagangan serta mengantisipasi perang dagang.

“Menemukan pasar ekspor alternatif terutama di Amerika Selatan, Kepulauan Pasifik, Asia Selatan dan Timur Tengah yang prospek. Jadi harus ada misi dagang khusus ke negara-negara alternatif yang potensial,” ujar dia.

Di sisi lain, BPS juga mencatat bahwa surplus pada Februari 2025 lebih ditopang pada surplus pada komoditas nonmigas yang sebesar 4,84 miliar dollar AS, yang terdiri dari lemak dan minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas mencatat defisit 1,72 miliar dollar AS yang berasal dari hasil minyak maupun minyak mentah.

Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan beberapa negara, tiga terbesarnya adalah Tiongkok sebesar 1,76 miliar dollar AS, Australia 0,43 miliar dollar AS, dan Brasil 0,17 miliar dollar AS.

Lebih lanjut, komoditas penyumbang defisit terbesar pada Februari 2025 adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, lalu mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, dan juga kendaraan dan bagiannya dengan Tiongkok.

Untuk Australia, defisit disumbang oleh komoditas bahan bakar mineral, terutama batu bara, kedua biji logam kelap dan abu, dan ketiga serealia. Brasil, disumbang oleh ampas dan sisa industri makanan, terutama untuk pakan perlahan, kemudian kapas dan juga gula.

Redaktur: Andreas Chaniago

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.