Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Minggu, 23 Agu 2026, 20:55 WIB

TOKYO - Tingkat kepuasan publik terhadap Kabinet Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi merosot ke angka 50,2 persen, berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru Kyodo News, Minggu (23/8).

 Penurunan popularitas tersebut dipicu oleh kekhawatiran mayoritas warga atas potensi memburuknya kesehatan fiskal negara usai pemerintah memutuskan untuk sementara memotong pajak konsumsi bahan makanan guna meredam laju inflasi.

Ket. Foto: Ilustrasi Jepang. — Sumber: ANTARA/Anadolu/py.

Jajak pendapat yang dilakukan pada akhir pekan ini juga mendapati tingkat persetujuan terhadap Kabinet Takaichi turun 3,5 poin persentase dari survei sebelumnya pada Juli menjadi 50,2 persen. Angka itu merupakan tingkat terendah sejak ia menjabat tahun lalu. Tingkat ketidaksetujuan naik 0,2 poin menjadi 33,9 persen.

Survei terbaru yang dilaksanakan via telepon pada Sabtu dan Minggu itu memberikan bukti baru bahwa dukungan publik terhadap kabinet PM Takaichi sedang mengalami tren penurunan, meskipun tingkat dukungan masih relatif tinggi.

PM Takaichi telah melaksanakan kebijakan kunci, seperti mengurangi tarif pajak konsumsi untuk makanan dan minuman menjadi 1 persen dari sebelumnya 8 persen guna membantu rumah tangga yang terdampak kenaikan harga barang sehari-hari, akibat nilai yen melemah dan ketegangan di Timur Tengah.

Namun, sebanyak 71,7 persen responden menyatakan bahwa mereka khawatir atau memiliki "beberapa kekhawatiran" mengenai memburuknya kesehatan fiskal negara jika pemerintah melaksanakan pengurangan pajak sementara sesuai rencana.

Dorongan Takaichi untuk pengeluaran fiskal agresif guna mendukung sektor strategis utama dan mendorong perekonomian telah menyebabkan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang dan nilai tukar yen melemah. Kesehatan fiskal Jepang saat ini adalah yang terburuk di antara negara maju.

Dengan dugaan Takaichi mempertimbangkan perombakan kabinet dan kepemimpinan partai penguasa, 73,8 persen menolak pengangkatan anggota parlemen yang terkait dalam skandal penggelapan dana ke posisi kunci.

Selain itu, ketika responden ditanya bagaimana pandangan mereka terhadap penghilangan kata "penyesalan" dalam pidato Takaichi pada upacara peringatan kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II pada 15 Agustus, 47,8 persen mendukung tindakan tersebut sementara 42,6 persen menolak.

Takaichi, seorang konservatif yang dikenal dengan pandangan garis keras mengenai pertahanan dan keamanan, 'membedakan diri' dari pendahulunya Shigeru Ishiba, yang pada tahun lalu menjadi pemimpin Jepang pertama dalam 13 tahun yang menggunakan kata "penyesalan" atas perang dalam pidatonya tanggal 15 Agustus.

Ia menghindari kunjungan ke kuil Yasukuni yang kontroversial di Tokyo pada hari peringatan tersebut. China dan Korea Selatan, yang menderita akibat agresi Jepang saat perang, memandang kuil tersebut sebagai simbol masa lalu tersebut. Kuil Shinto tersebut menghormati penjahat perang yang sudah dihukum bersama para korban perang.

Namun demikian, ia membungkuk dua kali, bertepuk tangan dua kali, dan kemudian membungkuk sekali ke arah Yasukuni dari luar lokasi dekat tempat upacara peringatan, yang tampak sebagai tindakan pemujaan Shinto.

Mayoritas responden, 44,0 persen, mendukung bahasa tubuhnya itu, sementara 26,7 persen mengatakan ia seharusnya mengunjungi kuil tersebut secara langsung. Sekitar 22,1 persen mengatakan ia seharusnya tidak melakukan pemujaan, bahkan dari jarak jauh sekalipun.

Dukungan kuat

Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi menikmati dukungan kuat, sebagaimana dibuktikan oleh kemenangan besar dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat pada Februari lalu.

Namun, penanganan urusan parlemen oleh LDP dan mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (JIP), mendapat kritik dari partai oposisi, meskipun kehadiran mereka di parlemen mengalami pengurangan signifikan setelah pemilihan.

LDP memperoleh dukungan tertinggi sebesar 34,9 persen, turun dari 35,9 persen pada Juli, sementara dukungan JIP sedikit meningkat menjadi 5,9 persen dari 5,8 persen.

Dalam survei Kyodo, 51 persen responden memandang negatif rencana penggabungan Aliansi Reformis Sentris (CRA), Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDPJ), dan Komeito, dengan responden menyatakan bahwa rencana tersebut sebaiknya "dibatalkan sepenuhnya."

CRA dibentuk tepat sebelum pemilihan Februari oleh anggota dewan bawah dari CDPJ dan Komeito. Pembicaraan tiga pihak masih berlangsung untuk membahas bentuk masa depan ketiga partai tersebut.

Tingkat dukungan untuk CRA turun menjadi 2,8 persen dari 4,6 persen bulan lalu. CDPJ memperoleh 4,8 persen, naik dari 3,8 persen, dan Komeito sebesar 2,5 persen, naik dari 1,7 persen.

  • pm jepang
  • sanae takaichi
  • pajak konsumsi jepang
  • ekonomi jepang

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.