Ekspor TPT Semester I 2026 Capai USD4,85 Miliar, Serap 3,8 Juta Pekerja
Rabu, 19 Agu 2026, 10:05 WIBJAKARTAâ Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional mencatatkan nilai ekspor sebesar USD4,85 miliar pada Semester I Tahun 2026. Sektor padat karya ini juga menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja dan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, meski sebagian perusahaan menghadapi tekanan, sektor TPT menunjukkan tren pemulihan dengan adanya investasi baru dan ekspansi usaha.
âIndustri tekstil dan pakaian jadi memiliki peran yang sangat strategis karena menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja. Meski beberapa perusahaan menghadapi tekanan, tetapi pada saat yang sama juga ada investasi baru dan ekspansi usaha. Ini menunjukkan bahwa sektor TPT masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar,â ujarnya di Jakarta, Selasa (18/8).
Penguatan Daya Saing dan Transformasi
Untuk memperkuat fondasi industri, pemerintah menjalankan sejumlah kebijakan. Antara lain insentif investasi, program restrukturisasi mesin/peralatan, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), pembiayaan ekspor dari LPEI, penguatan kebijakan pengamanan perdagangan, percepatan Making Indonesia 4.0, serta penerapan Standar Industri Hijau.
Menperin menekankan pentingnya transformasi proses produksi. Modernisasi mesin, pemanfaatan teknologi, peningkatan SDM, dan prinsip industri hijau disebut sebagai syarat agar produk Indonesia bisa bersaing di pasar global.
âDunia saat ini tidak hanya membeli produknya, tetapi juga melihat bagaimana produk tersebut diproduksi. Maka perlu diingat, keberlanjutan bukan lagi menjadi beban, melainkan keunggulan dalam persaingan global,â tegasnya.
Peluang perluasan pasar juga terbuka melalui implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Untuk memanfaatkannya, pelaku industri TPT didorong meningkatkan kualitas, efisiensi, inovasi, dan pemenuhan standar internasional.
Dukungan Pemerintah dan Prospek Ke Depan
Kementerian Perindustrian akan terus bersinergi dengan pelaku usaha, asosiasi, pemerintah daerah, serta kementerian/lembaga terkait agar investasi yang masuk dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja. Tujuannya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
âPemerintah mendukung para pelaku industri tekstil dan produk tekstil dalam meningkatkan daya saing dan memenangkan kompetisi global. Kita wujudkan industri TPT Indonesia yang mampu bertahan menghadapi perubahan serta tumbuh lebih produktif, inovatif, dan berkelanjutan,â pungkas Agus.
Optimisme sektor TPT juga didukung capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2026 yang masih di level ekspansi 53,10. Angka ini menunjukkan kepercayaan pelaku industri terhadap kondisi usaha tetap terjaga.
Di momentum HUT ke-81 RI, industri TPT diharapkan terus berkontribusi menjaga momentum perbaikan kinerja industri nasional.
- Ekspor
- Industri TPT
- Menperin Agus Gumiwang
- Serap Pekerja
- Industri Manufaktur
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Target ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia
-
Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama dari Hilirisasi hingga Logam Tanah Jarang
-
78% Produk RI untuk Pasar Domestik, Kemenperin: Ini Modal Besar Lawan Produk Impor
-
Baja RI Terancam Ditendang dari Eropa! Kemendag Bongkar Jurus Selamatkan Ekspor
-
Geger! Polisi Bongkar Laboratorium Etomidate di Rumah Kawasan PIK 2.
-
BPS Catat Ekspor Papua Barat Turun 22,37 Persen hingga Agustus 2026
-
Akademisi: Makan Siang Sekolah Bergizi Bisa Jadi Pelajaran Kewarganegaraan di Sekolah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.