Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Minggu, 23 Agu 2026, 20:17 WIB

QINGDAO - Pembalikan sementara dalam tren penyusutan massa lapisan es Antarktika dari Juli 2021 hingga April 2023 diketahui berkaitan dengan pemanasan multitahun di wilayah perairan kolam hangat tropis yang membentang di Samudra Pasifik bagian barat dan Samudra Hindia bagian timur.

Hal itu diungkapkan dalam sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Belgia dan Hongaria.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Johan Ordonez

Data dari satelit yang memantau perubahan gravitasi Bumi menunjukkan bahwa Lapisan Es Antarktika mengalami penambahan massa sekitar 695 miliar ton selama periode tersebut.

Perkembangan ini merupakan penambahan massa terbesar sejak pencatatan satelit dimulai pada 2003.

Menurut studi yang telah diterbitkan secara daring di jurnal Nature pada Rabu (19/8) tersebut, fenomena itu sempat menghentikan sementara tren penyusutan jangka panjang yang rata-rata mencapai sekitar 140,5 miliar ton per tahun antara 2003 hingga 2024.

"Hilangnya massa lapisan es Antarktika menjadi penyumbang utama kenaikan permukaan laut global dalam beberapa dekade terakhir, meningkatkan risiko banjir rob dan memperparah kerusakan akibat gelombang badai bagi masyarakat pesisir di seluruh dunia," ujar Wang Yunhe, penulis utama studi tersebut yang juga peneliti di Institut Oseanologi, Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS).

"Namun, para ilmuwan tidak mengetahui alasan lapisan es tersebut memperoleh begitu banyak massa selama kurun waktu dua hingga tiga tahun," lanjut Wang.

Studi ini menemukan sekitar 68 persen dari peningkatan massa itu terkonsentrasi di wilayah Queen Mary Land-Wilkes Land di Antarktika Timur.

Penyebab langsungnya adalah hujan salju lebat terus-menerus di wilayah tersebut. Namun, pemicu iklim yang mendasarinya berasal dari jarak ribuan kilometer jauhnya.

Para peneliti menelusuri asal-usul hujan salju yang tidak biasa itu hingga ke pemanasan terus-menerus di kolam hangat tropis, sebuah wilayah perairan hangat sangat luas, membentang melintasi Samudra Pasifik bagian barat dan Samudra Hindia bagian timur yang mengandung sebagian air laut terhangat di Bumi.

Dari 2021 hingga 2023, pemanasan memicu gelombang berskala besar di atmosfer yang merambat sejauh ribuan kilometer menuju Antarktika.

Di sana, gelombang tersebut mengubah pola angin dan mengarahkan udara lembap dari wilayah lintang menengah Samudra Hindia menuju Queen Mary Land-Wilkes Land.

Dampaknya berupa hujan salju lebat terus-menerus, yang menambah massa es secara signifikan pada lapisan es tersebut.

"Namun, perlambatan sementara ini tidak membalikkan tren penyusutan jangka panjang pada massa lapisan es Antarktika, dan Antarktika Barat tetap menjadi wilayah utama yang terus mengalami penyusutan massa," kata Wang.

"Memahami bagaimana massa es Antarktika berubah membantu para ilmuwan memproyeksikan kenaikan permukaan laut secara lebih baik. Proyeksi yang lebih andal dapat membantu masyarakat pesisir mempersiapkan diri dalam menghadapi banjir yang semakin sering terjadi dan dampak kerusakan yang lebih parah akibat gelombang badai pada rumah, jalan, dan infrastruktur lainnya," ujarnya.

"Perencanaan tersebut perlu memperhitungkan kenaikan permukaan laut jangka panjang maupun fluktuasi iklim alami jangka pendek," tambah Wang. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.