Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Samuel Wattimena: Jadikan Kebudayaan Lokal sebagai Inspirasi Fesyen

📅 Sabtu, 15 Mar 2025, 12:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Samuel Wattimena: Jadikan Kebudayaan Lokal sebagai Inspirasi Fesyen Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena

SEMARANG  - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Samuel Wattimena, berharap kebudayaan lokal dijadikan sumber inspirasi perkembangan mode bagi anak-anak muda yang berkecimpung di dunia fesyen.

"Karena banyak dari anak SMK, tidak semua tentunya, kalau di tugas akhir yang mereka tampilkan itu adalah inspirasi-inspirasi dari Walt Disney, Snow White, Cinderella, kemudian Mermaid," katanya, di Semarang, Jumat (14/3) malam.

Hal tersebut disampaikan Samuel yang juga desainer dan perancang busana usai bertemu dengan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Namun, kata dia, nyaris tidak ada yang menjadikan kebudayaan lokal Indonesia sebagai inspirasi dalam membuat karya-karya fesyen, padahal banyak unsur kebudayaan lokal yang bisa menjadi sumber inspirasi bagi perkembangan dunia fesyen dunia.

"Saya melihat sesuatu yang berasal dari tradisi itu adalah kekuatan. Nah, saya sering menyebutkan bahwa local is the new global," kata legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah 1 tersebut.

Menurut dia, sesuatu yang bersumber dari unsur lokal sebenarnya adalah sesuatu yang baru bagi dunia luar karena tidak dimiliki oleh negara-negara lainnya.

"Karena kalau kita menggali ide lokal kita enggak mungkin negara lain yang memiliki. Itu kekuatan kita. Nah, itu yang harus kita munculkan. Simpel sebenarnya," kata dia.

Kebetulan, saat ini sudah tahun ke-46 Samuel berkecimpung sebagai perancang busana dan pernah menang ketika mengangkat tema Sekaten sehingga memang sudah akrab dengan hal-hal yang berbau Jawa.

Saat ini, kata dia, Kota Semarang juga sudah mendapatkan predikat sebagai kota fesyen sehingga banyak unsur-unsur kearifan budaya lokal yang bisa diangkat agar kemudian mendunia.

Karena itu, Samuel berencana menggandeng beberapa sanggar, komunitas seni, seperti karawitan, jaranan, hingga Denok Kenang (duta wisata Semarang) untuk dikumpulkan melihat kostum-kostum yang mereka pakai saat pentas.

Di sisi lain, ia juga mengajak desainer-desainer, siswa sekolah fesyen, siswa SMK untuk melihat dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi bagi perkembangan dunia mode.

"Tentunya juga kan pasti ada proses gitu ya. Bahwa orang kemudian kan mungkin enggak ngerti ngelihat kostum jaranan lalu apa yang mesti jadi inspirasi? Kan gitu ya. Nah, itu nanti akan saya coba olah dan saya tadi sudah dapat izin dari Bu Agustina, ayo yuk kita tanganin," pungkas Samuel.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan bahwa Kota Atlas memiliki kekayaan fesyen yang luar biasa yang membuat cukup banyak orang pergi ke Semarang untuk mencari model-model baju bagus yang lagi tren.

"Ada tas yang sangat lucu yang selalu jadi ikonik. Itu produk dari beberapa teman-teman pengrajin, dan sudah ada yang mendunia. Kami sedang berusaha untuk bisa mendorong dengan berbagai macam fasilitas dan anggaran," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.