Tiga Produk Khas Babel Terdaftar Indikasi Geografis
Jumat, 14 Mar 2025, 09:09 WIBPangkalpinang - Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan tiga produk khas Kepulauan Babel telah terdaftar sebagai indikasi geografis (IG), sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Saat ini ada tiga IG Kepulauan Babel yang telah terdaftar di Ditjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum yakni Lada Putih Muntok, Madu Teran Belitong dan Madu Pelawan Namang," kata Kadiv Yankum Kanwil Kemenkum Babel Kaswo di Pangkalpinang, Kamis.Â
Ia mengatakan Indikasi Geografis (IG) merupakan tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang atau produk yang karena faktor lingkungan geografis alami, manusia, atau kombinasi untuk memberikan reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu pada produk tersebut.
"Dengan terdaftarnya tiga produk ini sebagai IG diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah ini," katanya.
Ia menyatakan Lada Putih Muntok atau "White Pepper Muntok" terdaftar Indikasi Geografis pada 28 April 2010 merupakan rempah berkualitas tinggi yang berasal dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memiliki aroma dan rasa yang kuat, serta kadar piperin yang tinggi.
Komoditas lada putih tersebut memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya adalah kadar piperinnya atau kandungan yang memberikan rasa pedas dan ketajaman khas pada lada yang diyakini tertinggi di dunia.
White Pepper Muntok telah ter-registrasi di European Commission merupakan sebuah badan yang salah satu tugasnya mempromosikan dan melindungi nama-nama produk pertanian dan bahan makanan untuk pangsa pasar Eropa. European Commission memastikan bahwa produk-produk itu benar-benar berasal dari wilayah tersebut yang reputasi, kualitas, dan karakteristiknya terjaga.
Madu Teran Belitong Timur terdaftar pada 15 September 2023 merupakan madu yang memiliki beragam kandungan, seperti glukosa, kadar air, enzim diastase, keasaman dan sebagainya.
Berdasarkan warna produk madu yang dihasilkan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu madu hitam yang berasal dari wilayah-wilayah tertentu seperti Manggar Kabupaten Belitung Timur dan madu dengan warna cokelat serta madu warna kuning.
Terakhir, Madu Pelawan Namang terdaftar pada 18 Juli 2024 yaitu madu yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Madu Pelawan Namang yang memiliki cita rasa yang khas yaitu pahit.
"Madu pelawan dihasilkan dari nektar bunga pohon Pelawan "Tristaniopsis merguensis Griff" oleh lebah liar. Pohon pelawan merupakan keluarga Myrtaceae yang memiliki bunga berwarna putih dengan batang kayu berwarna merah. Pohon pelawan hanya berbunga satu kali dalam setahun," katanya.Â
Berita Terkait:
-
Kasus Bullying Mahasiswa Unud Timothy, Mendiktisaintek: Rektorat Bentuk Tim Investigasi dan Dampingi Keluarga Korban
-
UMKM Jadi Mesin Utama IKN, Otorita Pastikan Ekonomi Tak Dikuasai Korporasi Besar
-
Trump Bakal Umumkan Anggota Dewan Perdamian untuk Gaza
-
Pertamina Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Balangan Kalsel
-
"Wayang Orang on The Street" Meriahkan Kota Lama Semarang, Wali Kota Ikut Manggung Jadi Sang Hyang Wenang
-
AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Kerangka Kerja Divestasi TikTok, Trump dan Xi Akan Konfirmasi Jumat
-
Cuaca Panas Saat yang Tepat untuk Memberantas Sarang Nyamuk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.