- Home
-
- Luar Negeri
-
- Peringatan 12 Tahun Paus F...
Peringatan 12 Tahun Paus Fransiskus Terpilih sebagai Pemimpin Gereja
Jumat, 14 Mar 2025, 16:10 WIBVATIKAN - Paus Fransiskus, pemimpin spiritual umat Katolik dan kepala Vatikan, memperingati ulang tahun ke-12 kepausannya di rumah sakit, tempat dia menerima perawatan untuk penyakit pernapasan, Kamis (13/3).
Paus berusia 88 tahun itu telah dirawat di Rumah Sakit Gemelli Roma selama 28 hari setelah menderita bronkitis parah pada Februari dan kemudian didiagnosis menderita pneumonia ganda.
Vatikan memberikan informasi terkini tentang kondisinya, dengan mengatakan bahwa dia melanjutkan fisioterapi pernapasan.
Dilaporkan juga bahwa Paus Fransiskus tetap menggunakan ventilasi mekanis non-invasif pada malam hari dan menerima dukungan oksigen aliran tinggi sepanjang hari.
Untuk memperingati ulang tahun pemilihannya sebagai Paus, para dokter dan perawat di rumah sakit merayakan kesempatan itu dengan memotong kue untuknya.
Paus Fransiskus terpilih sebagai pemimpin spiritual Gereja Katolik pada 13 Maret 2013 melalui Konklaf Kepausan.
Selama 12 tahun terakhir, dia telah mengunjungi lebih dari 65 negara dan melaksanakan reformasi signifikan di Vatikan, termasuk mengangkat perempuan ke posisi tinggi dalam pemerintahan Vatikan.
Meskipun dia telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi skandal pelecehan seksual di dalam Gereja Katolik, para korban mengkritiknya karena tidak cukup banyak bertindak.
Masalah Kesehatan
Ini adalah yang terbaru dari serangkaian tantangan kesehatan yang dihadapi Fransiskus dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, dia membatalkan perjalanan yang direncanakan ke Afrika karena masalah lutut, yang membuatnya menggunakan tongkat atau kursi roda untuk bepergian.
Pada 2023, dia dirawat di rumah sakit di Roma karena infeksi pernapasan dan kemudian menjalani operasi perut untuk hernia.
Awal tahun ini, Vatikan melaporkan bahwa Paus jatuh di rumahnya, yang menyebabkan lengan kanannya terluka ringan.
Paus, yang lahir di Argentina pada 1936, telah berjuang dengan masalah kesehatan selama sebagian besar hidupnya.
Pada usia 21 tahun, sebagian paru-parunya diangkat karena pneumonia yang mengancam jiwa dan tiga kista. Dia mengatakan cobaan itu memberinya inspirasi untuk bergabung dengan para Jesuit. Ant/Anadolu
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Misa Requiem Jelang Pemakaman Paus Berlangsung Sangat Khusuk
-
Vatikan: Konklaf untuk Pilih Paus Baru Mulai 7 Mei
-
Demi Perdamaian, Trump dan Zelensky Bertemu Langsung di Sela-sela Pemakaman Paus Fransiskus
-
Spekulasi di Balik Absennya Taiwan di Pemakaman Paus: Isyarat Tekanan Tiongkok Jelang Konklaf?
-
Setelah Paus Fransiskus Dimakamkan, Semua Mata Kini Tertuju pada Konklaf
-
Martin Scorsese Ungkap Alasan di Balik Dokumenter Paus Fransiskus
-
Foto karya pewarta ANTARA dipamerkan di St Petersburg Rusia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.