- Home
-
- Luar Negeri
-
- Vatikan: Konklaf untuk Pil...
Vatikan: Konklaf untuk Pilih Paus Baru Mulai 7 Mei
Selasa, 29 Apr 2025, 11:42 WIBJAKARTA-Pada hari Senin (28/4) pagi, para kardinal menyepakati bahwa pelaksanaan konklaf, pemilihan paus, akan mulai dilaksanakan pada hari Rabu (7/5). Kesepakatan tersebut diambil oleh sekitar 180 kardinal dari 252 kardinal.
Lebih dari 100 adalah kardinal elektor, yakni kardinal yang memiliki hak pilih dan dipilih yang saat ini sudah berada di Roma. Mereka berkumpul untuk Kongegrasi Umum kelima, di Vatikan.Â
Sesuai ketentuan Konstitusi Apostolik hanya kardinal yang berusia 80 tahun ke bawah yang menjadi kardinal elektor, yang memiliki hak pilih dan dipilih. Maka, dari 252 kardinal yang berasal dari 90 negara, ada sejumlah 135 kardinal yang akan menjadi kardinal elektor, termasuk Ignatius Kardinal Suharyo dari Indonesia. Dari 135 kardinal elektor, sebanyak 110 kardinal di antara dipilih oleh Paus Fransiskus selama 12 tahun masa kepausannya; yang dipilih Paus Yohanes Paulus II masih tersisa 6, sedang yang dipilih Paus Benediktus XVI masih ada 24 kardinal.
"Sesuai dengan Konstitusi Apostolik, seorang kardinal akan terpilih sebagai paus bila mendapat dukungan 2/3 dari jumlah kardinal elektor. Konklaf akan diselenggarakan di Kapel Sistina, Vatikan. Setiap hari, kecuali hari, dilakukan empat kali pemungutan suara: dua pagi dan dua siang,"bunyi keterangan resmi KBRI untuk Tahta Suci Selasa (29/4).Â
Apa itu Konklaf?
Konklaf pertama kali diadakan di Kapel Sistijlna, Vatikan pada tahun 1492 dan sejak 1878, konklaf secara permanen dilaksanakan di Kapel Sistina, yang sebelumnya selalu berpindah-pindah. Misalnya di Viterbo, Italia dan Avignon, Perancis; juga di Roma tetapi tidak di Kapel Sistina tetapi di Kompleks Basilika Lateran.
Kata "konklaf" berasal dari bahasa Latin, "cum" (dengan) dan "clave" (gembok atau kunci). Jadi konklaf berarti "digembok", para kardinal berada di ruang tertutup yang digembok, diputus-hubungan dengan dunia luar (tidak alat komunikasi sama sekali, juga media).
"Mulai hari ini, mata dunia akan mengarahkan padangannya ke Vatikan untuk mengikuti persiapan dan pelaksanaan konklaf. Dunia menunggu dan ingin mengetahui siapa paus yang akan menggantikan Paus Fransiskus yang meninggal tangal 21 April 2025 dan dimakamkan pada hari Sabtu (26/4) di Basilika St. Maria Maggiore,"tulis KBRI Vatikan
Sifat Rahasia
Konklaf sangat menarik karena sifat kerahasiaannya. Tidak pernah ada yang tahu siapa yang akan terpilih sebagai paus. Karena tidak ada pencalonan dan yang dicalonkan sebagai paus. Selain itu, prosesnya sangat rahasia, terputus dengan dunia luar.Â
Sebelum konklaf dimulai, para kardinal elektor berjanji dan diambil sumpahnya untuk tidak menceritakan, membocorkan tentang apa dan bagaimana yang terjadi selama konklaf. Pelanggaran terhadap ketentuan itu adalah ekskomunikasi.
Masyarakat umum dan media hanya bisa mengira-ira dan mereka-reka. Media, memang, biasanya menyodorkan sejumlah nama unggulan--menurut versi media dan para pengamat--atau "papabilis", kardinal yang dipandang bisa jadi paus. Sekarang pun demikian, sudah muncul sejumlah nama kardinal unggulan.Â
Misalnya, sekarang sudah beredar tak kurang dari 12 nama kardinal yang "diunggulkan". Meskipun, tidak menjadi jaminan bahwa yang diunggulkan akan terpilih menjadi paus. Kardinal Jorge Mario Bergoglio, pada konklaf 2013 tidak diunggulkan, tetapi ternyata dipilih dan kemudian memilih nama Paus Fransiskus.
Tidak Tentu
Lama berlangsungnya konklaf tidak bisa ditentukan, bisa cepat selesai dan juga bisa berlangsung lama. Ini tergantung apakah akan segera ada yang memperoleh dukungan 2/3 jumlah kardinal elektor atau tidak. Setiap hari akan dilakukan empat kali pemungutan suara: dua pagi dan dua siang.
Menurut catatan sejarah, pemilihan paus terlama terjadi pada tahun 1268 di Viterbo, Italia. Pemilihan itu berlangsung selama lebih dari dua tahun (dari November 1268 hingga September 1271), untuk memilih pengganti Paus Clement IV. Pada akhirnya, yang terpilih adalah Teobaldo Visconti yang kemudian bergelar Paus Gregorius X.
Dalam sejarah modern, Konklaf terpanjang adalah yang diadakan pada tahun 1740. Konklaf berlangsung dari tanggal 18 Februari hingga 17 Agustus, selama 181 hari. Sebanyak lima puluh satu kardinal berpartisipasi dalam pemungutan suara terakhir, empat di antaranya meninggal dunia selama proses berlangsung. Yang terpilih Kardinal Prospero Lambertini yang kemudian bergelar Paus Benediktus XIV.
Konklaf tahun 2013, berlangsung selama sekitar 27 jyang terpilih Kardinal Jorge Mario Bergoglio (Paus Fransiskus). Konklaf tahun 2005, berakhir kurang dari 24 jam; yang terpilih Kardinal Ratzinger dari Jerman.
- Paus Fransiskus
- vatikan
- Konklaf
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
BPS Jamin Keamanan Data Pemilik Usaha untuk Sensus Ekonomi 2026
-
Korut akan Pilih Delegasi untuk Majelis Rakyat Tertinggi
-
Hari Pahlawan Haru! Pemkot Tangerang Bagi Sembako hingga Kursi Roda untuk Veteran & Disabilitas
-
Pemerintah Lanjutkan Pembangunan Tol Jambi-Sengat
-
Dirut Bulog Buka Kartu: Beras Satu Harga Cuma untuk SPHP
-
Pemkab Pacitan Mulai Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
-
16 Tim Meriahkan Festival Bedug 2026 di Jakarta Barat, Seni Tradisional Bergema.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.