Bapanas Akan Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan Segar Dukung MBG
📅 Jumat, 14 Mar 2025, 15:02 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat pengawasan keamanan pangan segar untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Bapanas komitmen mendukung MBG dengan mengintensifkan pengawasan terhadap keamanan pangan segar,” kata Arief dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (14/3).
Dia menyampaikan bahwa langkah itu sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan dan gizi berkualitas guna mewujudkan generasi yang sehat, aktif, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai langkah penguatan keamanan pangan segar dalam program itu, Bapanas melakukan pemantauan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai lokasi.
Dia mengatakan hasil pemantauan menunjukkan bahwa beberapa SPPG telah menerapkan standar keamanan pangan yang baik, seperti fasilitas penyimpanan yang memadai, sumber air bersih yang diuji secara berkala, serta prosedur operasi standar dalam penanganan makanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Bapanas mendorong penerapan sertifikasi Prima 1, 2 dan 3 serta surveilans oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah/Pusat (OKKPD/OKKPP) kepada petani, kelompok tani, dan pelaku usaha.
“Upaya ini bertujuan memastikan pangan segar yang beredar aman dari cemaran biologis, kimia dan benda asing lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia,” ujarnya.
Dia mencontohkan pemantauan telah dilakukan di SPPG Yayasan Tahfidz Al-Quran Baitul Mukmin Bekasi pada Rabu (12/3), menunjukkan bahwa Program MBG berjalan baik dengan penyediaan rata-rata 3.567 porsi makanan per hari bagi siswa dan penerima manfaat lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jasa boga mitra telah memiliki Sertifikat Laik Sanitasi Higienis (SLSH) dari Dinas Kesehatan setempat serta menerapkan prosedur standar dalam penyimpanan dan distribusi bahan pangan.
Hal serupa juga ditemukan di SPPG Kebanyunan Tapos 1-5 Depok, yang dikelola oleh Yayasan Gerakan Solidaritas. Lima unit SPPG ini menyediakan lebih dari 15.000 porsi makanan setiap harinya dengan penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat.
"Kami melihat komitmen dari pengelola dalam menjaga standar keamanan pangan. Namun, evaluasi berkala tetap diperlukan agar kualitas layanan tetap terjaga,” tambah Arief.
Selain itu, Arief menekankan pentingnya penguatan kemitraan dengan petani lokal dan UMKM agar rantai pasok pangan dalam negeri semakin stabil dan berkelanjutan.
“Kita harus memastikan bahwa program ini tidak hanya berjalan dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekosistem pangan secara keseluruhan,” ungkap Arief.
Bapanas juga mendorong pemanfaatan pangan lokal yang lebih beragam dalam program MBG sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya pangan yang luar biasa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!