Sejumlah KA Terdampak Imbas laka KA dan Truk di Kediri
Senin, 10 Mar 2025, 21:48 WIBKediri - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun, Jawa Timur, mengungkapkan sejumlah kereta api terdampak imbas kecelakaan antara Kereta Api Kertanegara dengan truk bermuatan pupuk di Kabupaten Kediri.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul mengemukakan terjadi kecelakaan di pelintasan tanpa palang pintu di KM 175+4 antara Stasiun Kras-Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
"Kereta api yang mengalami keterlambatan antara lain KA Kertanegara (KA 167) relasi MalangâPurwokerto mengalami keterlambatan 147 menit serta KA Kahuripan (KA 274) relasi KiaracondongâBlitar mengalami keterlambatan 135 menit di Kediri," kata Zainul saat dikonfirmasi, Senin (10/3).
Ia mengatakan, tim tanggap darurat langsung bergerak cepat guna mengamankan dan menangani kejadian tersebut di lokasi kejadian.
Selain itu, pihaknya juga melakukan langkah-langkah pola operasi perjalanan KA, termasuk mengalihkan penumpang KA Kahuripan (KA 274) dari Stasiun Kediri menuju Stasiun Blitar.
"Untuk penumpang dari Kiaracondong (Stasiun Kiaracondong) tujuan Blitar, di Stasiun Kediri penumpang yang tujuan Tulungagung ke Blitar menggunakan bus yang disiapkan PT KAI," kata dia.
Ia juga menambahkan, PT KAI juga memberikan alternatif ke penumpang. Untuk penumpang KA Kertanegara (KA 167) diberikan opsi pengalihan menggunakan KA Logawa (KA 247) relasi KetapangâPurwokerto.
Selain itu, juga ada pembatalan kereta api di antaranya KA Malioboro Ekspress (KA 170) hanya lintas Kertosonono-Blitar-Malang, KA Commuter Line Penataran (CL 425) hanya lintas Kras-Kertosono dan KA Commuter Line Dhoho (CL 404) hanya lintas Kertosono-Ngujang.
"Sebagai bentuk kompensasi, pelanggan KA Kertanegara (KA 167) dan KA Kahuripan (KA 274) telah menerima service recovery untuk keterlambatan lebih dari satu jam pertama," kata Zainul.
Ia menambahkan, hingga kini petugas masih terus berupaya melakukan perbaikan.
"Terakhir tadi informasinya masih dalam penanganan. Mudah-mudahan segera normal kembali," kata dia.
Zainul juga mengingatkan bahwa kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang adalah kunci keselamatan. Oleh karena itu, setiap pengguna jalan harus mendahulukan perjalanan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas di rel.
"Keselamatan berlalulintas di pelintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya KAI dan pemerintah daerah, tetapi juga seluruh pengguna jalan raya. Mari bersama-sama meningkatkan kepatuhan demi keselamatan bersama," ujar Zainul.
Sebelumnya, terjadi kecelakaan antara Kereta Api Kertanegara dengan truk bermuatan pupuk di pelintasan tanpa palang pintu di KM 175+4 antara Stasiun Kras-Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, tepatnya Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Dari kejadian itu, asisten masinis mengalami luka pada anggota tubuhnya. Selain itu, dua orang lainnya yang merupakan sopir truk dan penumpang juga masih dalam perawatan di rumah sakit.
Redaktur: Andreas Chaniago
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkab Kediri Targetkan Pembangunan Pasar Ngadiluwih Delapan Bulan
-
Revisi UU Sisdiknas Jangan Terpengaruh oleh Dinamika Politik, Kebijakan Jangan Terjebak Tren Sesaat
-
Logo HUT ke-80 RI Gaungkan Makna Infinity, Simbol Tak Terputus Menuju Indonesia Superpower!
-
907 Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT Disediakan KIP Kuliah dari ULM
-
Penemuan arca kuno di Kediri
-
Pemkab Garut Bakal Gelar Hari Bebas Kendaraan Digabungkan dengan Kegiatan Ekonomi Kreatif
-
Aksi Pembakaran Kediri: Arca Kuno dari Museum Bhagawanta Bhari Dijarah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.