Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sanksi untuk Klub dan Penonton dalam Insiden Hangtuah vs Rans

📅 Minggu, 09 Mar 2025, 23:19 WIB | Oleh:
Sanksi untuk Klub dan Penonton dalam Insiden Hangtuah vs Rans Doc: Antara

Jakarta - Indonesian Basketball League (IBL) menjatuhkan sanksi kepada klub dan penonton yang terlibat dalam insiden seusai laga pekan ketujuh antara Hangtuah Jakarta dan Rans Simba Bogor di GOR Ciracas, Jumat (7/3).

1741535860_8a29a7a2571f1371e01c.jpg

Dalam pertandingan yang berlangsung ketat itu, Rans Simba Bogor menang tipis 86-85 atas tuan rumah Hangtuah Jakarta.

Namun, ketegangan terjadi setelah buzzer terakhir berbunyi, sehingga memicu reaksi dari kedua tim dan penonton yang hadir di courtside atau pinggir lapangan.

IBL dalam pernyataan resminya di Jakarta, Minggu, menjelaskan bahwa insiden itu bermula dari saat pelatih Rans Simba Bogor Anthony Garbelotto mendatangi bench Hangtuah Jakarta untuk bersalaman dengan ofisial tim lawan.

Namun, dalam momen tersebut, Garbelotto melontarkan kalimat yang, baik secara langsung maupun tidak langsung, memprovokasi personel Hangtuah Jakarta.

Situasi memanas ketika pemain Rans Simba Bogor mengira pelatih mereka diperlakukan secara tidak menyenangkan.

Hal ini memicu ketegangan antara forward Rans Simba Bogor, Galank Gunawan, dengan guard Hangtuah Jakarta, Govinda Julian Saputra, di area bawah ring dekat bench Hangtuah.

Beruntung, insiden tersebut dapat dilerai dengan cepat oleh ofisial kedua tim dan panitia pelaksana.

Sebagai tindak lanjut, IBL menjatuhkan sanksi kepada penonton courtside yang terekam melakukan provokasi. 

Mereka dilarang menonton dari area courtside selama tiga pertandingan dan dikenakan denda sebesar Rp20 juta sesuai peraturan etika dan perilaku penonton yang berlaku di liga.

Selain itu, Panitia Pelaksana Pertandingan Hangtuah Jakarta juga mendapat peringatan atas kelalaian dalam menjaga keamanan di area permainan.

IBL menilai adanya penonton yang memasuki lapangan dan memprovokasi  pemain Rans Simba Bogor sebagai pelanggaran yang berpotensi mengancam keselamatan pemain.

IBL menegaskan kejadian ini sebagai  pembelajaran bagi seluruh pihak agar menjaga sportivitas dan semangat fair play dalam setiap pertandingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.