Ungkap 100 Hari Kerja, Wali Kota Semarang Fokus pada Infrastruktur, Kebersihan, dan Layanan Kesehatan
📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 17:45 WIB | Oleh: Henri pelupessy
Doc: Koran Jakarta
SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan visi kerja 100 hari pertama kepemimpinannya. Fokus pada tiga sektor utama: perbaikan infrastruktur, pengelolaan sampah, dan peningkatan layanan kesehatan.
Bersama Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin, Agustina berkomitmen untuk mengatasi tantangan-tantangan utama demi meningkatkan kesejahteraan warga Kota Semarang.
Agustina menyatakan langkah pertama yang akan diambil mempercepat pembangunan infrastruktur untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat. Selain itu, ia menekankan pentingnya respons pemerintahan terhadap keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur, yang dapat dilaporkan melalui media sosial pribadi ataupun akun resmi Pemkot Semarang.
“Saya mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk sigap menanggapi keluhan masyarakat terkait infrastruktur, baik melalui media sosial pribadi saya maupun akun media sosial Pemkot Semarang dan kepala OPD, agar segera ditindaklanjuti,” ujar Agustina saat meninjau perbaikan jalan di Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekunden, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/3).
Meski efisiensi anggaran menjadi prioritas, Agustina menegaskan pemerintah tetap akan menjalankan program kerja dengan optimal, walau ada beberapa kendala terkait biaya pemeliharaan. Penyesuaian anggaran tetap dilakukan agar persoalan seperti jalan berlubang dapat segera diatasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Walaupun ada pengurangan di beberapa pos anggaran, seperti perjalanan dinas dan konsumsi kegiatan, kami tetap mengalokasikan anggaran sesuai dengan visi dan misi pemerintah pusat, provinsi, dan kota, yang semuanya kami dedikasikan untuk kepentingan masyarakat,” tambah Agustina.
Selain perbaikan infrastruktur, Agustina juga menargetkan Semarang menjadi kota yang bersih dalam 100 hari kerjanya. Untuk mengurangi masalah sampah, ASN di lingkungan Pemkot Semarang akan menjadi contoh dalam memilah sampah, baik di rumah maupun di tingkat RT.
“Pejabat eselon 2 dan eselon 3 harus disiplin dalam memilah sampah, mulai dari rumah mereka masing-masing. Istri pejabat juga harus terlibat aktif dalam PKK, karena PKK memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah di tingkat RT,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan keteladanan dari ASN, Agustina berharap masyarakat Semarang dapat lebih sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan, yang bukan hanya menjaga keindahan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik.
“Kebersihan dan keindahan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa kebersamaan, tujuan ini tidak akan tercapai,” tegasnya.
Dalam hal kesehatan, pihaknya juga menekankan pentingnya memperluas cakupan Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh warga Semarang. Ia menyatakan bahwa pembahasan lebih lanjut akan dilakukan untuk menyempurnakan program ini, dengan mempertimbangkan alokasi anggaran yang ada.
“Kami akan segera menyampaikan data kebutuhan anggaran untuk UHC. Harapannya, cakupan ini dapat meluas, namun tetap mempertimbangkan anggaran untuk sektor infrastruktur, kesehatan, UMKM, dan pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa yang SPP-nya tertunda di sekolah swasta,” ungkap Agustina.
Bagi Agustina maupun Iswar Aminuddin, 100 hari pertama mereka bukan hanya sebagai awal, tetapi juga sebagai fondasi untuk transformasi besar Kota Semarang. Mereka bertekad menjadikan Semarang sebagai pusat ekonomi yang progresif, berkeadilan, ramah lingkungan, dan inklusif.
Agustina juga mengajak seluruh masyarakat Semarang untuk berperan aktif dalam mendukung dan mengawasi kebijakan-kebijakan yang diambil, demi menciptakan kota yang lebih nyaman, aman, berkelanjutan, dan berdaya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!