Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahkamah Agung AS Tolak Upaya Trump Bekukan Dana Bantuan Asing

📅 Kamis, 06 Mar 2025, 15:01 WIB | Oleh:
Mahkamah Agung AS Tolak Upaya Trump Bekukan Dana Bantuan Asing Doc: Scroll.in
Ket. Presiden AS Donald Trump.

JAKARTA - Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Rabu (5/3) memutuskan untuk memblokir upaya Presiden Donald Trump membekukan pembayaran hampir $2 miliar kepada berbagai organisasi bantuan asing. Keputusan ini muncul setelah pengadilan lebih rendah memerintahkan agar dana tersebut segera dicairkan.

Dalam pemungutan suara 5:4, Mahkamah Agung mendukung perintah pengadilan yang lebih rendah, yang mewajibkan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Departemen Luar Negeri AS untuk melanjutkan pembayaran kontrak bantuan yang telah disepakati sebelumnya.

USAID merupakan lembaga independen yang bertanggung jawab atas pengelolaan bantuan luar negeri dan pembangunan atas nama pemerintah AS. Pada 24 Januari, Trump mengeluarkan kebijakan pembekuan dana yang dikelola USAID selama 90 hari dengan alasan menunggu tinjauan dari Departemen Luar Negeri.

Keputusan tersebut berdampak besar pada bantuan global, menyebabkan terhentinya ratusan program kemanusiaan di berbagai negara. Sebagai penyedia bantuan kemanusiaan terbesar di dunia, AS memiliki operasi di lebih dari 60 negara, sebagian besar dijalankan melalui kontraktor.

Pada bulan Februari, Hakim Distrik Amir Ali memerintahkan agar Departemen Luar Negeri AS dan USAID membayar kontraktor atas pekerjaan yang telah dilakukan hingga 26 Februari, seperti yang dilaporkan BBC.

Pemerintahan Trump mengajukan banding ke Mahkamah Agung, dengan alasan tidak memungkinkan untuk memproses pembayaran dalam waktu sesingkat itu. Namun, Mahkamah Agung akhirnya menegaskan bahwa putusan pengadilan yang lebih rendah harus tetap dijalankan.

Hakim Samuel Alito, Clarence Thomas, Neil Gorsuch, dan Brett Kavanaugh menolak keputusan tersebut. Namun, Amy Coney Barrett, yang ditunjuk Trump pada 2020, memilih berpihak kepada tiga hakim liberal, sehingga keputusan tetap menguntungkan pencairan dana.

Hakim Alito, dalam pernyataan ketidaksetujuannya, mempertanyakan kewenangan seorang hakim distrik untuk memaksa pemerintah AS membayarkan miliaran dollar dari pajak rakyat.

"Apakah seorang hakim pengadilan distrik yang mungkin tidak memiliki yurisdiksi memiliki kewenangan yang tidak terkendali untuk memaksa pemerintah Amerika Serikat membayar 2 miliar dollar pajak?" ujar Alito, dikutip dari BBC.

Ia menambahkan keputusan Mahkamah Agung tersebut tidak masuk akal. "Saya tercengang."

Keputusan ini merupakan kekalahan bagi Trump, yang selama ini berusaha menunda atau membatasi bantuan luar negeri. Sementara itu, komunitas internasional menyambut baik keputusan Mahkamah Agung, mengingat pentingnya bantuan tersebut bagi berbagai program kemanusiaan di seluruh dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Program-program Unggulan Go...
Daerah
Mandi di Pantai Tuturuga Be...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pemkot Buka Bandung Great Sale 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.