Investor Asing Masuk, Raksasa Perusahaan Kemasan Plastik asal Malaysia Bakal Ramaikan KIT Batang
📅 Selasa, 04 Mar 2025, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-KJRI Penang
KUALA LUMPUR – Kawasan Industri Batang semakin diminati oleh investor karena berbagai faktor strategis, seperti lokasi yang strategis, insentif pemerintah, serta infrastruktur yang terus berkembang.
Dengan semua keunggulan ini, Kawasan Industri Batang diprediksi akan menjadi pusat manufaktur baru di Indonesia. Apakah kawasan ini nantinya bisa menyaingi kawasan industri lainnya, seperti di Karawang atau Cikarang?
Thong Guan Industries Bhd, sebagai salah satu perusahaan kemasan plastik terbesar di Asia Pasifik asal Malaysia, menyatakan konfirmasi dan komitmen untuk berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.
Konfirmasi dan komitmen investasi ditandai dengan penandatanganan surat konfirmasi pemesanan (SKP) lahan oleh Thong Guan Industries Bhd di Wisma Indonesia Penang, Malaysia, Senin (3/3).
Komitmen nilai investasi awal mencapai sekitar 7 juta dolar AS atau setara Rp115 miliar, menurut keterangan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang.
Sebaiknya Anda baca juga:
SKP tersebut ditandatangani oleh Managing Director Thong Guan Industries Bhd Dato' Ang Poon Chuan dan Direktur Pemasaran dan Pengembangan KIT Batang Indri Septa Respati dan disaksikan oleh Konsul Jenderal (Konjen) RI Penang Wanton Saragih dan Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Singapura Andria Buchara mewakili Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Menurut Konjen Wanton, upaya penjajakan dan promosi ekonomi Indonesia pertama kali dilakukan oleh KJRI Penang ke Thong Guan pada April 2024.
Promosi peluang dan potensi ekonomi Indonesia di wilayah kerja KJRI Penang memang sudah dilakukan sejak awal 2024, kata dia, dengan harapan realisasi investasi bertambah guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja, sesuai harapan Presiden RI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Thong Guan adalah salah satu perusahaan kemasan plastik terbesar di Asia Pasifik, yang juga telah mempunyai pabrik di China. Perusahaan tersebut dapat memproduksi hingga 150.000 ton per tahun dan memiliki omzet sekitar 1,2 miliar ringgit (sekitar Rp4,2 triliun) per tahun.
Perusahaan itu akan membangun pabrik di areal lahan seluas lebih 5 hektare (ha) guna memproduksi berbagai produk plastik seperti wrapping plastic, garbage plastic, dan film plastic untuk tujuan pasar dalam negeri maupun global.
Dato' Ang Poon Chuan mengatakan perusahaannya minat berinvestasi di Indonesia antara lain karena potensi pasar Indonesia umumnya serta berbagai fasilitas, lokasi dan infrastruktur yang dimiliki KIT Batang.
"Kami melihat KIT Batang sebagai mitra strategis yang dapat mendukung visi kami memperluas bisnis secara global, khususnya di Indonesia, yang merupakan salah satu pasar terbesar di dunia. Fasilitas kelas dunia dan dukungan pemerintah menjadikan KIT Batang pilihan yang sangat menarik bagi kami," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!